SBY Resmi Melaporkan Kuasa Hukum Setnov ke Bareskrim

SBY Resmi Melaporkan Kuasa Hukum Setnov ke Bareskrim

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bareskrim Polri. (foto - ist)

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi melaporkan kuasa hukum terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto, Firman Wijaya ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Langkah itu ditempuh terkait dugaan tindak pidana fitnah yang dilayangkan Firman, seputar kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Noanto pada beberapa waktu lalu. SBY tiba di kantor sementara Bareskrim Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018) sekitar pukul 16.50 WIB didampingi istrinya, Ani Yudhoyono.

Setelah turun dari mobil pribadinya berpelat nomor F 414 RI, SBY dan Ani langsung menuju ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim. Ia pun tak menyampaikan sepatah kata pun kepada wartawan.

SBY juga tampak didampingi sejumlah petinggi Partai Demokrat. Antara lain Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan dan Wakil Sekjen Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin. Nama SBY disebut-sebut politikus Mirwan Amir saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 25 Januari lalu.

Dalam kesaksiannya, mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu mengaku pernah menyarankan kepada SBY yang saat itu presiden, untuk tak melanjutkan proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri. Namun, proyek senilai Rp 5,9 triliun itu akhinya tetap berjalan.

Mirwan Amir menyebutkan, SBY saat masih menjadi presiden meminta proyek e-KTP tetap dilanjutkan meski bermasalah. Pernyataan Mirwan itu, disampaikan dalam sidang kasus dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 25 Januari.

Merespons sidang tersebut, kuasa hukum Setnov, Firman Wijaya menilai, kesaksian Mirwan tersebut telah mengungkap siapa sebenarnya aktor besar di balik proyek pengadaan e-KTP berujung korupsi. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,