OTT Pembuang Sampah di Bandung Digelar Mulai Rabu Ini

OTT Pembuang Sampah di Bandung Digelar Mulai Rabu Ini

Awas, pembuang sampah sembarangan di Bandung bakal kena OTT mulai Rabu 7 Februari 2018. (foto - pdkebersihanbdg)

Bandung - Op‎erasi Tangkap Tangan (OTT)  #TewakNuMiceunRuntah  (tangkap yang  membuang  sampah sembarangan), mulai digelar tim gabungan di Kota Bandung. Tim terdiri atas PD Kebersihan Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung.

Penangkapan pembuang sampah sembarangan itu mulai diberlakukan, Rabu (7/2/2018) hari ini. Penindakan dengan target para pembuang sampah di tepi jalan serta bantaran sungai itu, akan dibarengi dengan denda dan publikasi foto pelaku sebagai efek jera.

"Kita selama ini bisa memfoto dan menegur, namun tidak bisa terapkan denda paksa. Tahun ini kita sudah MoU dengan Satpol PP, bisa kenakan denda paksa. Bahkan, didukung TNI dan polisi, yang sudah punya program Citarum Harum terutama 13 anak Sungai Citarum di Bandung," sebut Direktur PD Kebersihan Deni Nurdyana Hadimin.

Tim Gabungan Operasi Tangkap Tangan (OTT) #TewakNuMiceunRuntah mulai bergerak pada Rabu malam, untuk melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap warga, pedagang hingga pendatang atau wisatawan di Kota Bandung. Target warga pembuang sampah menyasar wilayah padat penduduk, yang selama ini membuang sampah ke tepi jalan.

Menurut Deni, selama ini tim PD Kebersihan dan DLHK Kota Bandung telah menjaring sekitar 327 pelaku pembuang sampah sembarangan. Namun, karena tidak dibarengi penyidik PPNS, maka pelaku yang ditangkap tidak dibebankan tindakan tegas hanya difoto dan dipublikasikan.

Ia menjelaskan, selain warga Bandung tim gabungan juga akan menyisir lokasi yang menjadi langganan wisata para wisatawan. Wisatawan atau awak bus sering memanfaatkan momen parkir untuk menyembunyikan sampah di samping kendaraan besarnya. Banyak pula temuan para wisatawan yang membuang sampah dari kendaraan pribadi.

"Sebelumnya fokus daerah banyak gang kumuh. Termasuk PKL juga akan kita OTT. Pendatang ke Bandung juga akan kita sasar. Banyak komplen bus pariwisata buang sampah sembarangan. Kita sudah cukup lama sosialisasikan larngan buang sampah sembarangan," tegas Deni.

Operasi tim gabungan ini juga akan memberlakukan penahanan identitas bagi warga yang tertangkap. Selanjutnya, pelaku akan diarahkan untuk mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring).

Pelaku juga dihadapkan pada denda paksa yang harus dibayar, yang dipastikan akan langsung masuk ke kas negara. Dengan begitu, para pelaku tidak hanya difoto dan dipampang pada spanduk hingga media sosial, tapi juga dibebani biaya paksa. "Dendanya Rp 250 ribu hingga Rp 5 juta, tergantung tingkat kesalahannya," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,