Tarif Tol Padaleunyi & Cipularang Dinaikkan per 15 Februari

Tarif Tol Padaleunyi & Cipularang Dinaikkan per 15 Februari

Direktur Operasi II Jasa Marga, Subakti Syukut pada konferensi pers di Kantor Pusat Jasa Marga, Kamis 8 Februari. (foto - ist)

Jakarta Mulai 15 Februari 2018 pukul 00.00 WIB, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menaikkan tarif untuk dua ruas tol yakni Padalarang - Cileunyi (Padaleunyi) dan ruas tol Cikampek - Purwakarta - Padalarang (Cipularang) untuk semua jenis golongan kendaraan.
 
"Penyesuaian dan evaluasi tarif tol setiap dua tahun itu dilakukan berdasarkan tarif lama, yang disesuaikan dengan laju inflasi di Jabar sebesar 6,3 persen selama dua tahun terakhir," kata Direktur Operasi II Jasa Marga, Subakti Syukut di Kantor Pusat Jasa Marga, Kamis (8/2/2018).
 
Kenaikan tarif tol di ruas Padalarang-Cileunyi terendah sebesar Rp 500 dan tertinggi sebesar Rp 1.000, sedangkan kenaikan tarif tol ruas Cipularang mulai Rp 500 hingga Rp 7.000, meski pada beberapa golongan kendaraan dan ruas tarif tol tetap atau tidak ada kenaikan.

Menurutnya, dasar penyesuian tarif tol ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri PUPR No.96/KPTS/M/2018 tentang Penyesuaian Tarif Jalan Tol Padalarang-Cileunyi, dan Keputusan Menteri PUPR No. 97/KPTS/M/2018 tentang Penyesuaian Tarif Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang.

"Evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun oleh BPJT, berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan laju inflasi di wilayah tertentu, berdasarkan kemampuan bayar pengguna jalan tol, besar keuntungan biaya operasi kendaraan dan kelayakan investasi," sebut Subakti.

Sedangkan perhitungan usulan tarif tol dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dievaluasi oleh BPJT, berdasarkan data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama dua tahun terakhir. Dengan penyesuian itu, tarif tol Cipularang untuk kendaraan golongan I jarak terjauh Simpang Susun Dawuan-Simpang Susun Padalarang sepanjang 58,10 km ditetapkan sebesar Rp 37.500, atau naik Rp 2.000.

Demikian juga pada tol ruas terjauh Padalarang-Cileunyi sepanjang 35,15 km untuk kendaraan golongan I naik hanya Rp 500 dari sebelumnya Rp 8.500 menjadi Rp 9.500. Sama dengan ruas Pasteur-Cileunyi sepanjang 38 km tarinya naik Rp 500 untuk golongan I menjadi Rp 9.500.

Basuki tidak merinci lebih lanjut berapa kenaikan pendapatan Jasa Marga dari kenaikan tarif tol di dua ruas tersebut. Ia hanya menjelaskan, Jasa Marga senantiasa meningkatkan pemenuhan indikator Standart Pelayanan Minimal (SPM). Meliputi kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas keselamatan, unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan serta kebersihan lingkungan maupun kelaikan tempat istirahat dan pelayanan (TIP).

Upaya perbaikan dan peningkatan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh Jasa Marga pada ruas Padaleunyi dan Cipularang, dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi pengguna jalan, di antaranya adalah penambahan lajur, peningkatan kapasitas dan layanan transaksi.

Peningkatan dan/atau penanganan kondisi sarana penunjang jalan tol, peningkatan layanan dan sarana prasarana lalu lintas, memberikan pelayanan informasi yang bersifat "real time" seperti CCTV, "variable message sign (VMS) dan "Remote Traffic Microwave System" (RTMS).

"Kami meningkatkan pelayanan di ruas Padaleunyi dan Cipularang dengan menambah dua gerbang tol Buahbatu, penambahan lajur ruas Buahbatu-Cileunyi Jalur A sepanjang 12 km. Selain itu memperindah jembatan pada ruas Jalan Tol Padaleunyi, pergantian lampu PJU (lampu SL) menjadi lampu LED," tegas Subakti.

Termasuk penanganan genangan pada Km 130.600 Jalur A dan B Ruas Padaleunyi, renovasi GT Pasirkoja, GT Kopo dan GT Moh. Toha, memperkuat lereng Km 91 dan Km 92 pada ruas Jalan Tol Cipularang serta meningkatkan layanan dan sarana prasarana lalu lintas lainnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,