Buruh Ancam Menginap di Gedung Sate

Buruh Ancam Menginap di Gedung Sate

Buruh dari berbagai organisasi buruh di Jabar mengancam akan menggelar aksi menginap di Gedung Sate,

Bandung - Buruh dari berbagai organisasi buruh di Jabar mengancam akan menggelar aksi menginap di Gedung Sate, Kota Bandung, Jabar, jika Gubernur Jabar Ahmad Heryawan tidak memenuhi tuntutan mereka.

"Kalau tuntutan kami yang telah disampaikan tidak terpenuhi, kami akan menginap disini (Gedung Sate) sampai tuntutan kami dipenuhi," kata Koordinator Aliansi Buruh Jabar Azhar Hariman di sela-sela aksi di Gedung Sate, Bandung, Jumat (21/11/2014).

Ia menyebutkan, tuntutan kepada Gubernur Jabar yakni UMK 2015 naik sebesar 30 persen disesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Selanjutnya meminta Gubernur untuk melakukan revisi permenakertrans RI Nomor 13 tahun 2012 tentang komponen kebutuhan hidup layak dari 60 item menjadi 84 item.

Tuntutan lainnya yakni mencabut atau menyatakan tidak berlaku Kemenakertrans RI Nomor 231 tahun 2003 tentang tata cara penangguhan pelaksanaan upah minimum.

"Untuk kenaikan upah bagi kami mutlak harus naik 30 persen," katanya.

Ketua organisasi buruh KSPSI Jabar Roy Jinto menambahkan aksinya mendesak Gubernur Jabar untuk segera memutuskan hasil penambahan rekomendasi dengan mempertimbangkan dampak kenaikan BBM.

Selain itu, lanjut dia, mendesak Gubernur Jabar untuk menetapkan UMK 2015 sesuai tuntutan buruh.

"SK harus ditandatangani, karena hari ini adalah deadline terakhir berdasarkan aturan, kalau lewat hari ini berarti gubernur melanggar aturan," katanya.

Aksi buruh tersebut digelar dengan berorasi secara bergantian dari masing-masing organisasi yang sesekali diselingi dengan hiburan musik.

Aksi buruh di Gedung Sate itu merupakan kesekian kalinya digelar yang menuntut kesejahteraan buruh. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,