Pemerintah Harus Kuasai Pasar Minyak

Pemerintah Harus Kuasai Pasar Minyak

Pemerintah Harus Kuasai Pasar Minyak

Bandung - Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jabar menggelar aksi di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (21/11/2014), menyampaikan harapan pemerintah untuk mampu menguasai pasar minyak dari hulu sampai hilir bukannya oleh pihak asing.

Humas HTI Jabar Luthfi Afandi mengatakan pemerintah yang dipimpin Jokowi-Jusuf Kalla harus mampu memanfaatkan Indonesia yang kaya dengan minyak sehingga tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Ini masalah harga diri bangsa, kita punya banyak minyak tapi dijalanan dikuasai asing, dimana harkat martabat Indonesia," kata Luthfi.

Ia menuturkan, pemerintah saat ini dinilai bekerja untuk kepentingan asing terbukti dengan berani menaikkan harga BBM.

Menurut dia, pemerintahan Jokowi telah menunjukan rezim neoliberal yang salah satu cirinya adalah antisubsidi.

"Mereka menganggap subsidi itu adalah beban pemerintah, semestinya itu kewajiban pemerintah dan membantu masyarakat," katanya.

Menurut dia, pencabutan subsidi BBM diharapkan perusahaan minyak asing yang sudah menguasai 84 persen sektor hulu eksploitasi dan eksplorasi minyak.

Bahkan perusahaan asing itu, kata dia, akan menguasai sektor hilir penjualan minyak eceran di SPBU tersebar diseluruh Indonesia.

"Nanti kedepan diseluruh jalan SPBU bukan milik Pertamina tapi SPBU asing," katanya.

Ia berharap, pemerintah harus mampu mengantisipasi ancaman penguasaan pihak asing terhadap pasar minyak dalam negeri.

"Pertamina itu BUMN sehingga keuntungan buat negara dan rakyat, tapi kalau dikuasai asing itu keuntungannya buat asing bukan rakyat Indonesia," katanya.

Aksi HTI Jabar tersebut berlangsung tertib dengan menggelar orasi secara bergantian tentang penolakan kenaikan BBM. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,