3 Bos First Travel Didakwa Pasal Berlapis Bui Seumur Hidup

3 Bos First Travel Didakwa Pasal Berlapis Bui Seumur Hidup

Sidang bos First Travel di Pengadilan Negeri Depok Senin 19 Februari 2018. (foto - ist)

Depok - Tim Jaksa penuntut umum menyangkakan ketiga terdakwa bos First Travel dengan sederet pasal berlapis, terkait kasus penipuan layanan jasa umrah. Salah satu ancaman hukuman yang akan diterima terdakwa adalah penjara seumur hidup.

Hal itu disampaikan oleh salah satu Jaksa penuntut umum, Heri Jerman seusai membacakan dakwaan untuk Andika Surachman, (31), Direktur Anniesa Desvitasari Hasibuan, (31) dan Komisaris Utama First Travel, Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, (26) di Pengadilan Negeri Depok,  Senin (19/2/ 2018).

Menurut Heri, untuk Andika dan istrinya, Annisa didakwa melanggar Pasal 378 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 KUHP junto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 372 KUH junto Pasal 55 ayat 1 KUHP junto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 3 Undang - Undang Nomor 8 tahun 2010, tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang junto Pasal 55 ayat (1) KUHP junto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, terdakwa Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, adik Annisa djerat Pasal 378 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP junto Pasal 64 ayat (1) KUHP  atau Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010, tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Psal 64 ayat (1) KUHP.

"Mana yang akan saya buktikan apakah itu penipuan atau penggelapan, sekaligus kombinasi dengan tindak pidana pencucian uang. Dengan demikian, ada tiga pasal yang kita terapkan untuk para terdakwa,” tegas Heri.

Ia menjelaskan, disangkakannya pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) karena terdakwa diduga kuat memindahkan sebagian uang jamaah ke rekening pribadi. "Ada beberapa penyamaran, lalu beberapa rekening di transfer untuk keperluan pribadi bukan untuk kepentingan jamaah. Misalnya, uang untuk keliling Eropa lalu membeli mobil, dan membeli kebutuhan pribadi para terdakwa,” katanya.

Secara keseluruhan kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 905,33 miliar dari total  63.310  calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan. Para terdakwa terancam hukuman penjara seumur hidup.

"Tentunya aspek hukumannya tindak pidana pencucian uang". Sidang rencananya akan kembali digelar pada Senin pekan depan, dengan agenda eksepsi para terdakwa. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,