Seorang Balita Tewas, Longsor Timpa 3 Warga di Sumedang

Seorang Balita Tewas, Longsor Timpa 3 Warga di Sumedang

Longsor tembok penahan tanah timpa rumah warga di Sumedang. (foto - ist)

Sumedang - Seorang anak balita berusia 4 tahun, Rivaldi warga Dusun Cihirung Desa Ganjaresik Kecamatan Wado tewas tertimbun longsor tembok penahan tanah di samping rumahnya, Senin (19/2/2018) dirihari sekitar pukul 23.00 WIB.
 
Korban tertimbun longsor ketika tengah terlelap tidur bersama orangtuanya Ence (35) dan Enah (30) di kamar rumahnya. Saat kejadian, posisi tidur korban tepat berada di samping tembok dinding kamar yang jebol terkena longsor tersebut.
 
Akibatnya, korban tertimbun dan terkubur longsoran bercampur tanah dan bata merah. Sementara orangtuanya, berhasil diselamatkan oleh warga sekitar. Ence dan Enah terkena luka lebam di bagian muka dan badannya akibat terkena timbunan batu dan bata merah.
 
"Berdasarkan penuturan warga sekitar, saat kejadian warga hanya melihat badan Ence yang sebagian tertimbun longsoran. Sementara Enah dan anak bungsunya Rivaldi, saat itu tak kelihatan karena terkubur,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang Ayi Rusmana melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Dede Fadilah.
 
Menurutnya, setelah ditolong warga Enah berhasil diselamatkan, sedangkan Rivaldi sudah dalam kondisi meninggal dunia. Korban meninggal diduga akibat tertimbun material tanah dan batu. Indikasinya di jidat korban terdapat luka lebam. 
 
Sementara Ence dan Enah yang luka lebam langsung dilarikan ke Puskesmas Wado untuk mendapatkan pertolongan darurat. "Korban, tadi pagi sudah dimakamkan oleh keluarganya,” kata Ayi.
 
Longsor tersebut selain dipicu karena intensitas hujan yang tinggi dari sore sampai tengah malam, juga kondisi tembok penahan di rumah tetangganya sudah rusak, bahkan sudah ada retakan. Apalagi  usia tembok itu sudah terlampau tua, yang dibangun hanya tumpukan batu tanpa semen. 
 
Posisi rumah korban seluas 35 meter persegi yang sudah permanen itu, tepat  di bawah rumah tembok pembatas tersebut. Bahkan, di atas tembok ada tumpukan bata merah. "Tembok roboh langsung menimpa hingga menjebol dinding kamar rumah korban," tegas Ayi. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,