Rel Sukatani - Ciganea Amblas Kereta Tetap Aman Melintas

Rel Sukatani - Ciganea Amblas Kereta Tetap Aman Melintas

Petugas PT KAI Daop 2 Badnung lakukan antisipasi amblas di jalur antara Stasiun Sukatani - Stasiun Ciganea wilayah Purwakarta. (foto - ist)

Purwakarta - Jalur perlintasan hilir kereta api di kilometer 114 antara Stasiun Sukatani - Stasiun Ciganea Jawa Barat tepatnya di Km 114 wilayah Purwakarta amblas, Rabu (21/2/2018) petang. Hujan deras yang terus mengguyur menybabkan salah satu lajur rel amblas sepanjang 20 meter.

Namun demikian, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memastikan, kereta yang melintas di titik tersebut tetap aman. Dalam penanganannya petugas mengarahkan kereta dengan menggunakan jalur sebelah hulu agar tetap bisa lewat.

"Dalam kondisi yang bersifat sementara karena ada gangguan (amblas), kereta kita lewatkan ke sebelah hulu. Jalur hulu itu sejatinya untuk kereta api dari Jakarta menuju Bandung," kata Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus.

Menurut Joni, amblasnya rel di sebelah hilir itu dilaporkan sekitar pukul 18.30 WIB. Petugas langsung melakukan tindakan di lapangan, dengan mengalihkan perjalanan kereta lewat jalur hulu yang ada di sebelahnya. "Semua kereta bisa lewat, hanya pola operasinya berubah. Tidak ada yang dibatalkan atau dijadwal ulang," tegas Joni.

Untuk melancarkan operasional kereta api khususnya dari bandung menuju Jakarta, Joni menyebutkan petugas pun siaga berada di lapangan. "Sekarang sudah dikirimkan alat berat untuk menormalisasi jalur tersebut," katanya.

Joni menambahkan, perbaikan rel amblas itu memang membutuhkan waktu. Namun pihaknya akan mengusahakan perbaikan secepatnya, agar operasional kereta api bisa kembali normal. "Kita usahakan secepatnya untuk mengatasi gangguan tersebut agar kedua jalur kembali bissa berfungsi normal".

Sejauh ini, pihaknya mendeteksi ada 47 titik rawan di wilayah Daop 2 Bandung. Baik itu rawan bencana longsor, banjir, amblas atau jatuhnya batu dari tebing. Daop 2 telah melakukan antisipasi dengan mendirikan posko pemantauan di daerah rawan. "Begitu ada gejala amblas petugas di lapangan langsung menginformasi sehingga langsung dilakukan penanganan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,