Asyik Pesta Sabu Lima Ibu Muda di Tasikmalaya Diringkus

Asyik Pesta Sabu Lima Ibu Muda di Tasikmalaya Diringkus

Ekspose penangkapan ibu rumah tangga oleh Satnarkoba Polres Tasikmalaya saat menggerebek di kawasan Cihideung Kota Tasikmalaya, Rabu 21 Februari 2018. (foto - ist)

Tasikmalaya - Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya menggerebek sejumlah ibu rumah tangga di kawasan Cihideung Kota Tasikmalaya, yang tengah asyik berpesta sabu. Dari tangan ibu muda disita barang bukti sabu dan alat hisap serta pil psikotropika.

Mereka yang diringkus, yakni YN (25) warga Sukalaya, IC (30) warga Indihiang, JV (33) warga Kawalu, VN (32) warga Cilembang dan JY (33) warga Cilembang. Selain ibu-ibu muda yang tertangkap tangan, polisi juga berhasil mengungkap peredaran narkotika dan obat terlarang selama operasi pada bulan Januari - Februari 2018.

Sedikitnya 12 kasus narkoba yang berhasil diungkap, antara lain 6 orang pelaku sebagai pengedar dan 9 orang pengguna serta satu orang penyedia pil psikotropika. Yakni RJ (20) warga Paseh, YD (26) warga Cibangun, CD (25) dan IP (28) warga Kawalu, AG (31) warga Cibeureum serta 6 pelaku lainnya yang tidak bisa dihadirkan dalam ekspose di halaman Mako Polres Tasikmalaya Kota, Rabu (21/2/2018).

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Adi Nugraha menyatakan, selain menyita 5 gram sabu, 38,5 gram ganja kering dan 571 butir pil psikotropika, polisi juga berhasil meringkus 16 pelaku, lima orang di antaranya adalah wanita muda. Sebagian dari barang haram itu justru banyak dipesan atau dilakukan transkasi yang dikendalikan dari lembaga pemasyarakatan (LP).

Menurut Adi, modus operandi pelaku penjual dengan cara, sabu ditempel pada suatu tempat disertai dengan peta lengkap dilakukan melalui telepon seluler. Setelah disepakati baru pembeli mentransfer uang kepada pengedar.

"Sebagian besar memang ada transaksi di balik lapas, kita sudah lakukan koordinasi dengan pihak lapas untuk memperketat pengawasan penggunan telepon seluler. Khususnya terhadap warga binaan yang kerap mengendalikan jaringan narkoba menggunakan telepon seluler," katanya.

Ia menambahkan, ada sebagian dari pelaku merupakan residivis, bahkan sudah 3 kali keluar masuk sel tahanan dengan kasus yang sama. Ke-16 pelaku bisa dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 127 ayat 1 hurup a Undang Undang RI No 35 tahun 2009, tentang Narkotika dan Psikotropika. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,