Sering Kehilangan Uang, Warga Rancah Pasang Spanduk 'Tuyul'

Sering Kehilangan Uang, Warga Rancah Pasang Spanduk 'Tuyul'

Spanduk Tuyul terpasang di sekitar eks Kantor Kecamatan Rancah Dusun Tarikolot Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. (foto - ist)

Ciamis - Sejak beberpa hari lalu, sejumlah spanduk bertuliskan "Tuyul" terpasang di sekitar eks Kantor Kecamatan Rancah, tepatnya di Dusun Tarikolot Desa Situmandala Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis.
 
Pajangan spanduk dengan tulisan lengkap dalam bahasa Sunda "saha bae nugaduh TUYUL daru'akeun hirupna ulah jamuga". Artinya "siapa saja yang punya tuyul doakan hidupnya tidak akan selamat".

Pemasangan spanduk itu bukan tanpa alasan. Belakangan sejumlah warga mengaku resah karena sering kehilangan uang secara misterius. Kehilangan uang itu secara dicicil hampir setiap hari, dengan jumlah yang bervariasi. Mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu.
Warga menduga, hilangnya uang itu dicuri oleh tuyul. Uang hilang tapi tidak ada jejak bekas pencurian. Pasalnya, jika itu dilakukan oleh seorang pencuri, akan terlihat tanda bekas hasil curian. Sebab uang yang hilang itu umumnya tersimpan di dalam lemari, uang itu tidak hilang sekaligus tapi dicicil.

Berdasarkan penuturan salah seorang warga sekitar Kusnadi mengatakan, di lingkungannya banyak warga yang mengeluh kehilangan uang. Bahkan, uang milik Kusnadi sendiri bersama keluarganya pun turut hilang secara tiba-tiba.

"Soal hilangnya uang secara tiba-tiba itu sudah terjadi beberapa minggu. Awalnya tidak ada yang aneh, tapi makin hari akin banyak warga yang merasa kehilangan uang. Sehingga warga merasa ada yang janggal dan menduga adanya tuyul," katanya di Dusun Tarikolot Desa Situmandala Kecamatan Rancah, Sabtu (24/2/2018).

Sementara jumlah uang yang hilang bervariasi mulai dari Rp 100 ribu, Rp 500 ribu, Rp 800 ribu. "Kalau didata jumlah dari semua warga yang merasa kehilangan, secara keseluruhan lebih dari Rp10 juta," katanya.

Disebutkan, warga menjadi heran atas kejadian itu. Sebab uang yang dicuri hanya sebagian, sehingga warga menduga bukan ulah seorang pencuri pada umumnya. "Kalau oleh orang biasa, tidak mungkin hilangnya cuma sedikit-sedikit, pasti semuanya diambil," tegasnya.

Warga pun lalu berinisiatif membuat sepanduk. Spanduk dipasang di lokasi strategis, yakni depan Puskesmas Rancah dan eks Kantor Kecamatan Rancah. Hal itu dilakukan sebagai upaya peringatan dan bagian dari pencegahan. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,