Jalur Ponorogo - Pacitan Putus, Lalin Lewat Jalan Alternatif

Jalur Ponorogo - Pacitan Putus, Lalin Lewat Jalan Alternatif

Jalur Ponorogo - Pacitan tertutup longsor di Desa Tugurejo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. (foto - ist)

Ponorogo - Jalur Ponorogo - Pacitan tepatnya di Km 22 Desa Tugurejo Kecamatan Slahung Ponorogo, tertutup batu dan tanah akibat longsor. Petugas pun langsung mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif, meski tidak semua kendaraan bisa melewati jalur tersebut.

Menurut Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi, jalur alternatif hanya bisa dilewati oleh kendaraan pribadi, roda dua dan roda empat. "Untuk kendaraan truk dan bus tidak bisa melintas, karena jalurnya sempit," kata AKBP Suryo, Minggu (25/2/2018).

Jalur alternatif tersebut tepat berada di bawah jalur utama dan merupakan jalan desa dengan lebar hanya 2,5 meter. Namun demikian, jalur ini juga rawan licin karena dari beton bukan aspal. Dengan adanya jalur alternatif itu, pengendara harus memutar sekitar satu kilometer.

"Karena Tugurejo ini tanahnya rawan (tanah gerak), sehingga jalur alternatif tidak bisa dilewati oleh kendaraan muatan berat karena bahaya," katanya. Ia mengimbau, kepada para pengguna jalan yang hendak melintasi Km 22 jalur Ponorogo-Pacitan, sebaiknya mencari jalan lain yang lebih aman. "Jalur utama tidak bisa dilewati sama sekali karena tertutup material longsor, sehingga agar mencari jalan lain jika ingin ke Pacitan atau sebaliknya," tegasnya.

Disebutkan Suryo, proses pembersihan jalur Km 22 Ponorogo-Pacitan yang tertutup longsor tersebut bisa memakan waktu 2-3 hari, karena material longsor yang menutup jalan dipenuhi batu besar. Longsor terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, tepatnya di Desa Tugurejo Kecamatan Slahung Ponorogo.

Pembersihan baru bisa dilakukan jika hujan sudah reda, karena saat ini wilayah Slahung masih dilanda hujan. "Karena cuaca hujan dan material longsor panjangnya 80 meter dengan tinggi longsor mencapai 25 meter, setidaknya membutuhkan waktu 2-3 hari," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Resort Polisi Hutan Guyangan, Darwitono menambahkan, diduga karena adanya aliran air sela batu tebing menjadi pemicu longsor. Material longsor selain tanah dan batu juga membawa pohon pinus yang merupakan tanaman milik perhutani.

Bahkan, longsor tersebut mengancam sedikitnya 13 KK yang berada tepat di bawah jalur utama Km 22 jalur Ponorogo-Pacitan. Sejumlah warga pun mengaku waspada dan bersiap untuk mengungsi jika sewaktu-waktu diperlukan. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,