Guru Honorer Tagih Peningkatan Kesejahteraan

Guru Honorer Tagih Peningkatan Kesejahteraan

Guru honorer tagih kesejahteraan dan tunjangan Gubernur. (Foto : Cikalnews/ADE)

Bandung - Ratusan guru honorer yang tergabung dalam FAGI  (Forum Aspirasi Guru Indonesia) Jawa Barat mendatangi Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, dan Kantor Pemprov Jabar Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Kota Bandung. Kedatangan mereka untuk menuntut Gubernur Jawa Barat bersama Komisi E DPRD Jabar, memperhatikan nasib guru honorer di Jawa Barat khususnya Kota Bandung.

Menurut Ketua FAGI Jawa Barat Iwan Hermawan, keadaan guru honorer saat ini sangat memprihatinkan, gajinya rata-rata jauh dari KHL dan UMK.  “Perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap guru honorer masih kurang. Banyak Gubernur atau Bupati dan Walikota hanya janji akan menaikkan statusnya menjadi PNS,” kata Iwan, di Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (21/11/2014).

Jumlah guru honorer di Jawa Barat ada sekitar 300 ribu orang. Mereka semua menuntut gaji yang layak dan segera diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil). Para guru menuntut agar Pemprov Jabar mau mengalokasikan tunjangan daerah untuk guru honorer. 

Iwan menjelaskan, lahirnya UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada awalnya memberikan angin segar, karena menjanjikan masa depan pada guru honorer. "Namun setelah sembilan tahun sejak lahirnya UU Guru dan Dosen tersebut, nasib guru nyaris tidak ada perubahan,” jelasnya.

Selain itu, Federasi Guru Honorer pun meminta agar ada payung hukum yang jelas terhadap status guru honorer. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,