Aktivitas Perdagangan di Pertokoan Dayeuhkolot Lumpuh

Aktivitas Perdagangan di Pertokoan Dayeuhkolot Lumpuh

Hampir seluruh toko di Jalan Raya Dayeuhkolot Kabupaten Bandung tutup. (foto - @patrisir7)

Bandung - Aktivitas perdagangan di sepanjang Jalan Raya Dayeuhkolot Kabupaten Bandung lumpuh total, menyusul hampir seluruh pertokoan tutup. Banjir hingga mencapai ketinggian sepinggang orang dewasa itu, tampaknya benar-benar melumpuhkan perekonomian warga, Senin (26/2/2018).
 
Bahkan, para pedagang yang biasanya banyak mangkal di pinggiran jalan pun tak lagi beraktivitas. Para pegawai toko tak lagi disibukkan untuk melayani para pembeli, tetapi mereka membersihkan lumpur dan air yang masuk ke dalam toko mereka.
 
"Selama tiga hari belakanan ini kami praktis tak bisa berjualan. Kalau pun toko buka tak ada pembeli yang datang," keluh Aseng, salah seorang pemilik toko perabotan yang berada di Jalan Raya Dayeuhkolot, tepatnya di seberang Pasar Dayeuhkolot.
 
Menurutnya, banjir luapan Sungai Citarum di kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot benar-benar mengganggu aktivitas perekonomian, terutama perdagangan di kawasan itu. Genangan air di jalan tersebut mencapai setinggi satu meter, terutama sebelum jembatan Dayeuhkolot.
 
Ratusan toko dan kios di Pasar Dayeuhkolot praktis tak beraktivitas alias tutup. Jalan Raya Baleendah - Dayeuhkolot pun terputus, bahkan di depan pertokoan Dayeuhkolot hanya bisa dilintasi oleh delman dan becak karena ketinggian lebih setinggi satu meter.
 
Selain mengakibatkan aktivitas perdagangan di kawasan itu terhenti, arus transportasi dan distribusi barang pun otomatis terganggu. "Hal itu diakibatkan terjadinya kemacetan total di jalan menuju ke kawasan pertokoan Dayeuhkolot," kata pemilik toko lainnya.
 
Menghadapi masalah tersebut, mereka tak bisa berbuat banyak selain pasrah atas kenyataan yang dialaminya. "Mudah-mudahan curah hujan semakin menurun dan genangan air pun surut, sehingga aktivitas perdagangan bisa kembali normal," harap para pedagang. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,