Penasihat Hukum First Travel Ajukan Surat untuk Jual Aset

Penasihat Hukum First Travel Ajukan Surat untuk Jual Aset

Sidang tiga terdakwa kasus First Travel di Pengadilan Negeri Depok Senin 26 Februari 2018. (foto - ist)

Depok - Penasihat hukum tiga terdakwa kasus First Travel tidak mengajukan nota keberatan (eksepsi) dalam persidangan, namun mengajukan surat untuk melakukan penjualan sejumlah aset yang dimiliki oleh terdakwa.
 
"Demi kepentingan bersama, kami sebagai penasihat hukum membuat surat kepada Kajari dan majelis hakim, untuk menjual aset para terdakwa," kata Penasihat hukum terdakwa First Travel, Wawan Ardianto dalam sidang di Pengadilan Negeri Depok, Senin (26/2/2018).
 
Menurut Wawan, dalam surat tertanggal 26 Januari 2018 tersebut mencantumkan aset terdakwa berupa 11 mobil , tiga rumah dan empat ruko. "Kami tahu jaksa tentunya tidak mempunyai biaya untuk merawat aset yang telah disita," katanya.
 
Mengenai nilai nominal aset yang disita tersebut, penasihat hukum sendiri belum bisa menentukan jumlahnya karena masih menunggu dari tim appraisal independen untuk menilai aset tersebut. "Nanti kita libatkan tim appraisal untuk mengetahui jumlah nominal aset," tegasnya.
 
Menanggapi surat permohonan penjualan aset itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan akan memeriksa terlebih dahulu karena aset tersebut sudah ada yang diagunkan. "Tentunya kami berhati-hati dengan surat tersebut karena harus diperiksa terlebih dahulu," kata JPU Iya Zahrah.
 
Majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan sidang pada pekan depan, Senin 5 Maret 2018 untuk mendengarkan keterangan saksi. "Kami memohon kepada jaksa untuk mempersiapkan sejumlah saksi," kata Ketua Majelis Hakim Sobandi. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,