Curah Hujan Tinggi Warga Majalaya Dihantui Banjir Susulan

Curah Hujan Tinggi Warga Majalaya Dihantui Banjir Susulan

Sejumlah wilayah di jalur Sapan Majalaya tergenang air hingga selutut orang dewasa. (foto - @yayabrantas)

Bandung - Intensitas hujan yang masih tinggi beberapa hari terakhir,  membuat sebagian warga di Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ibun merasa khawatir. Pasalnya, mereka dihantui banjir kembali menerjang, meski sudah surut.

Warga khawatir, banjir bandang akan kembali terjadi saat hujan deras kembali mengguyur wilayah Bandung Timur.  Berdasarkan penuturan sejumlah warga, mereka mengaku khawatir rumah orangtuanya terkena banjir lagi. Sebab lokasinya tepat berada di dekat Sungai Cikaro Majalaya.

"Waktu banjir besar juga kan rumah terendam, di dalam rumah saja airnya tinggi. Bapak dan ibu saya dibantu tetangga mengungsi ke rumah tetangga yang rumahnya bertingkat," kata salah seorang warga di Majalaya, Selasa (27/2/2018).

Akibat banjir tersebut, seisi rumah orangtuanya pun mulai dari perabotan, pakaian, alat elektronik sampai perhiasan, terendam air dan lumpur. Bahkan, peralatan makan milik orangtuanya hingga kini masih diselimuti lumpur kering.

Sejauh ini, Desa Tanggulun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung memang sudah menjadi langganan banjir bandang. Setiap tahun, selama musim hujan desa yang berbatasan dengan Kecamatan Majalaya itu kerap terendam banjir bandang, dari Sungai Ciraab dan beberapa aliran anak sungai lainnya.

Bahkan, warga Desa Tanggulun sudah hapal dan biasa dengan aliran air yang masuk ke wilayah desa mereka seusai wilaayah tersebut diguyur hujan deras. Hal itu pun diakui oleh Kepala Desa Tanggulun, Dudu Kosasih.

"Apalagi kalau sudah ada kabar di Ibun longsor, ya semua siap-siap saja pasti banjir bandang dan lumpur datang ke sini," kata Dudu Kosasih. Oleh karena itu, tak heran rumah warga di Desa Tanggulung banyak yang memiliki benteng ketimbang pagar biasa.

Tak sedikit juga warga yang meninggikan rumah mereka agar air banjir tidak sampai masuk kerumah. "Warga di sini bahkan sudah terlatih kalau sewaktu-waktu banjir menghantam," tegasnya.

Disebutkan, warga sudah hapal apa yang harus dilakukan ketika aliran air mulai memasuki wilayah desa mereka. "Beres-beres barang, kemudian bersiap untuk mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi jika banjir semakin tinggi," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,