Melahirkan di Toilet, Wanita Itu Buang Bayi ke Tong Sampah

Melahirkan di Toilet, Wanita Itu Buang Bayi ke Tong Sampah

Sidang Indarti di Pengadilan Negeri Batam, wanita muda yang tega membunuh bayinya sesaat setelah dilahirkan dan dibuang ke tong sampah. (foto - ist)

Batam - Terdorong rasa malu memiliki anak dari hasil hubungan gelap Indarti, wanita muda tega membunuh bayinya sesaat setelah dilahirkan. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (28/2/2018), ia mengaku stres karena sang pacar, Regi meninggalkannya usai tahu ia hamil.

"Saya malu Yang Mulia, karena hamil di luar nikah. Saya juga bingung karena Regi sudah kabur," katanya di hadapan majelis hakim Mangapul Manalu, Martha Napitupulu dan Taufik Nainggolan.

Menurutnya, saat berada di dalam toilet rumah sakit, ia merasakan sakit perut yang luar biasa dan seperti ingin melahirkan. Karena tidak tahan, ia coba mengeluarkannya hingga berhasil melahirkan bayi laki-laki dalam usia kandungan 7 bulan. "Saya agak sedikit jongkok dan saya mengeden langsung lahir. Langsung saya tangkap pakai tangan. Waktu itu, ari-arinya belum keluar," katanya.

Setelah bayinya lahir, Indarti kembali mengedan untuk mengeluarkan ari-ari. Setelah bayi dan ari-arinya keluar, ia letakkan bayi itu di lantai sebelah closet. "Saat lahir, bayinya tidak bergerak dan nggak nangis juga. Saya tungguin, tapi nggak nangis dan nggak gerak," aki Indarti.

Indarti pun minta rok panjang miliknya dan tong sampah kepada temannya yang menunggu di luar. Lalu, tong sampah dialaskan dengan celana panjang yang dikenakannya, lalu bayi itu dimasukkan terdakwa ke dalam tong sampah. Tong sampah itu dibawa terdakwa keluar secara diam-diam. "Teman saya nggak lihat waktu saya bawa tong sampah itu keluar," katanya.

Sebelumnya, Fina dan Putri merupakan dua teman dekat terdakwa dihadirkan dalam persidangan. Menurut Fina, saat itu terdakwa yang tengah hamil 30 minggu merasakan sakit di bagian perut, sehingga minta dirinya untuk membawa terdakwa ke Klinik BIP Kawasan Industrial Batamindo.

Pada saat itu, terdakwa mengaku tengah datang bulan yang tidak berhenti selama dua minggu berturut-turut. "Dia dibawa pakai kursi roda dan saat lewat depan toilet, dia minta ke toilet dulu. Saya papah dia masuk ke kamar mandi," kata Fina.

Berdasarkan hasil visum terhadap jasad bayi terdakwa, ditemukan luka lecet dan memar pada leher, resapan darah pada jaringan ikat bawah kulit daerah leher, otot leher, kulit bagian dalam, selaput pembungkus tulang tengkorak, otot dada dan dinding jantung bagian depan akibat kekerasan tumpul hingga mengakibatkan kematian.

Akibat perbuatannya, terdakwa dikenakan Pasal 80 Ayat (3), (4) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,