16 WNI yang Bekerja di Malaysia Terancam Hukuman Mati

16 WNI yang Bekerja di Malaysia Terancam Hukuman Mati

Sebanyak 16 WNI yang bekerja di Malaysia terancam hukuman mati. (foto - ist)

EntikongSedikitnya 16 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Sarawak Malaysia, tengah menghadapi ancaman hukuman mati oleh pengadilan setempat. Ke-16 WNI yang terancam hukuman mati itu, saat ini dalam proses persidangan di pengadilan setempat.

Pejabat Fungsi Konsuler 2 Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Muhammad Abdullah mengatakan, belasan tenaga kerja Indonesia (TKI) itu terlibat sejumlah kasus hukum. Antara lain pembunuhan serta penyalahgunaan dan peredaran obat-obatan terlarang.

"Kasusnya beragam, ada pembunuhan, narkotika atau obat-obatan terlarang," kata Abdullah seusai memberikan penguatan pembekalan dalam Welcoming Programs terhadap 76 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok dan Mataram Nusa Tenggara Barat di Unit Latihan Kerja Industri (ULKI) Entikong Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, Jumat (2/3/2018).

Seperti diketahui, di Malaysia tidak memberi ampun mengenai masalah narkoba. KJRI Kuching saat ini tengah berupaya membebaskan para pekerja migran yang terancam hukuman mati itu, dan akan memberikan pendampingan hukum dengan menunjuk pengacara.

Sesuai data lanjutnya, sebelumnya ada 15 WNI yang menghadapi ancaman hukuman mati oleh pengadilan di Sarawak. Lima di antaranya divonis bebas murni dan langsung dipulangkan ke tanah air. "Sedangkan 10 lainnya bebas dari hukuman mati, tapi mendapat vonis penjara dengan masa tahanan bervariasi," katanya.

Sejauh ini, kekonsuleran dari KJRI Kuching selalu memberikan bentuk perlindungan, salah satunya penyuluhan ke ladang maupun ke basis pekerja migran. KJRI Kuching selalu menginformasikan bagaimana bisa mengakses, terutama mengenai perlindungan warga.

Apalagi, saat ini sudah ada Instruksi Presiden agar setiap KJRI memberikan perlindungan berupa pemberian passport kepada warga yang tengah menghadapi masalah di luar negeri. Intinya, pendampingan hukum terhadap WNI atau TKI sudah menjadi keharusan bagi KJRI, sebagai bentuk perlindungan kepada warga di luar negeri. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,