13 Mahasiswa Korban Baku Hantam dengan Aparat

13 Mahasiswa Korban Baku Hantam dengan Aparat

seorang mahasiswa korban baku hantam dengan pihak kepolisian harus mengalami perawatan medis di Rumah Sakit Halmahera Kota Bandung, Jumat (21/11/2014).

Bandung - Baku hantam antara pihak kepolisian dan para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Barat, saat gelaran aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Kota Bandung Jumat (21/11/2015), menyebabkan timbulnya korban luka-luka dari kedua belah pihak.

Dari pihak mahasiswa sendiri ada 13 orang mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Halmahera, Jalan Riau Kota Bandung.

Koordinator Gerakan HMI Jabar Ali Santosa mengatakan, pihaknya diserang oleh pihak kepolisian ketika ingin masuk gedung DPRD Jabar. "Tidak mencapai satu jam orasi, kami langsung diserang. Bahkan kami dikejar-kejar," ujar Ali Santosa.

Dia menjelaskan, pihaknya menjadi korban baku hantam dengan pihak kepolisian hingga beberapa mahasiswa ada yang mengalami patah di bagian tangan dan muntah darah. "Kami tidak bawa senjata apapun, kami diserang layaknya penjahat. Sampai ada yang patah tangan dan muntah darah," jelasnya.

Menanggapi  peristiwa itu, para mahasiswa mengharapkan  penyelesaian secara hukum terhadap kejadian kekerasan ini. "Kami harap masalah ini diselesaikan secara hukum, kami  mahasiswa bukan preman," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,