IBI : Perbankan Harus Lebih Inovatif

IBI : Perbankan Harus Lebih Inovatif

Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Zulkifli Zaini.

Jakarta - Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Zulkifli Zaini menilai perbankan harus lebih inovatif dalam upaya menghimpun dana pihak ketiga sehingga pertumbuhan dana industri perbankan dapat terus meningkat.

"Perbankan tidak bisa konvensional lagi, musti lakukan new product development, new process development, dan mulai memikirkan yang terkait dengan branchless banking kemudian transaksi nontunai. Kalau hanya yang biasa-biasa saja, semua juga sudah punya produk itu," ujar Zulkifli di Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Zulkifli mengharapkan upaya inovasi produk perbankan tidak hanya dilakukan oleh bank-bank tertentu saja, melainkan secara komprehensif. Bank-bank harus berkompetisi memberikan produk-produk inovatif yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Kalau suatu bank tidak berinovasi, dananya nanti akan diambil oleh bank-bank yang lebih inovatif," kata Zulkifli.

Menurut Zulkifli, dengan meningkatnya pertumbuhan dana pihak ketiga, maka jumlah kredit yang dapat disalurkan oleh perbankan juga semakin besar.

Ia menilai, meningkatkan pertumbuhan dana memang masih menjadi tantangan di industri perbankan dalam negeri, karena tentunya pertumbuhan kredit juga sulit didorong jika pertumbuhan dana masih terbatas.

"Jadi saya selalu sampaikan ke bank-bank saat ini bahwa sebaiknya dengan likuditas ketat seperti sekarang, cari dulu dananya baru kasih kredit. Jangan tumbuh kredit dulu baru cari dananya, itu terbalik," ujar Zulkifli.

Dengan meningkatnya pertumbuhan dana, lanjut Zulkifli, tentunya juga akan mengerek pertumbuhan kredit yang kemudian akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pada 2015, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8 persen. Sementarai itu, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4-5,8 persen dan mengarahkan perbankan agar kreditnya tumbuh15-17 persen dan dana pihak ketiga tumbuh 14-16 persen pada tahun depan.

"Saya kira pertumbuhan ekonomi akan ada di batas bawah ya (5,4 persen) tahun depan," kata Zulkifli. (AY)

.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,