'Walk to School' Terintegrasi dengan Transportasi Publik

'Walk to School' Terintegrasi dengan Transportasi Publik

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menyelenggarakan acara 'Walk to School'. (foto - Humas Pemkot Bandung)

Bandung - Guna memperlancar arus lalu lintas di seputaran Kota Bandung, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menyelenggarakan acara "Walk to School" (berjalan kaki ke sekolah) dengan tagline #PelajarBeraniMandiri, di sepanjang Jalan Merdeka Bandung.
 
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Didi Ruswandi, gerakan walk to school merupakan sebuah upaya dari Dihub untuk membudayakan jalan kaki di Kota Bandung. Untuk menunjang pejalan kaki, Didi pun mengaku jika pihaknya sudah menyiapkan sebuah sistem transportasi publik yang terintegrasi.
 
"Nanti jalur-jalur ke dalam kota menggunakan bus, angkotnya mau kita geser ke pemukiman. Jadi begitu keluar rumah mungkin jalan 50 meter sudah ketemu angkot, sehingga orang tidak perlu bawa kendaraan pribadi," katanya, Kamis (8/3/2018).
 
Disebutkan, untuk memudahkan pejalan kaki selain dengan diperbaikinya trotoar oleh dinas pekerjaan umum, Didi mengaku pihaknya akan membuat sebuah peta khusus bagi siswa yang akan berjalan kaki menuju sekolah. 
 
Dengan adanya peta tersebut, diharapkan para pejalan kaki nantinya bisa lebih bersemangat. Pasalnya mereka akan berjalan secara bersama-sama menuju tujuannya.
 
"Mau kita buat peta yang namanya jalur walk to school, jalur bike to school, jadi seperti ada kesepakatan kalau anda mau berjalan kaki lewatnya jalan ini, tujuannya apa agar mereka berbarengan. Kita survei agar jalur itu jalan teraman," katanya.
 
Ia mengakui, dengan berlangsungnya gerakan walk to school di sejumlah sekolah di kawasan Antapani, pada awalnya sempat ada penolakan. namun, justru kini sekolah dan warga setempat sangat mendukung terhadai gerakan ini. 
 
Dengan adanya gerakan walk to school, beberapa jalan di Antapani yang biasanya padat menjadi lebih lengang. "Itu dari segi lalu lintas, belum dari sisi energi, belum juga masalah polusi, masalah lingkungan dan yang lainnya," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,