Pesawat Bangladesh Jatuh di Nepal Menewaskan 49 Orang

Pesawat Bangladesh Jatuh di Nepal Menewaskan 49 Orang

Pesawat US-Bangla Airlines jatuh saat akan mendarat di Bandara Kathmandu Nepal. (foto - AFP)

Kathmandu - Pesawat Bangladesh  membawa 67 penumpang  serta empat awak kapal jatuh  ketika mendarat di Bandara Kathmandu di Nepal. Sedikitnya 49 orang dilaporkan tewas dalam kejadian itu, dan lainnya mengalami luka-luka.

Pesawat US-Bangla Airlines lepas landas dari landasan pacu saat mendarat dan jatuh menuruni lereng, meluncur sekitar 300 meter sebelum berhenti di lapangan sepakbola. Pesawat meninggalkan jejak logam, kertas dan barang-barang bekas di sepanjang rumput yang terbakar.

Menurut polisi Nepal, setidaknya 49 orang tewas dan lainnya terluka dengan beberapa lainnya masih belum diketahui dalam kejadian itu. Petugas pemadam kebakaran berjuang untuk memadamkan reruntuhan yang terbakar, dan menyelamatkan penumpang saat asap hitam membumbung di atas lokasi,di sebelah timur landasan pacu bandara.

Sedikitnya 24 benda terbakar parah, beberapa ditutupi dengan kain dan yang lainnya di dalam kantong yang tertutup sebagian, berserakan  di samping bangkai pesawat yang hangus. Rekaman langsung yang dipasang di Facebook menunjukkan, kolom asap yang menjulang ke angkasa di belakang landasan pacu.

Dilansir The Guardian, Senin (12/3/2018) kendaraan darurat tampaknya menuju ke arah asap untuk memberi pertolongan. Amanda Summers, warga Amerika yang bekerja di Nepal menyaksikan peristiwa itu terjadi dari teras kantor rumahnya, tak jauh dari bandara.

"Pesawat itu terbang sangat rendah sehingga saya pikir akan masuk ke pegunungan," katanya. Ia mengatakan, tidak begitu jelas apakah telah mencapai landasan saat mendarat. "Tiba-tiba ada ledakan dan ledakan lagi," katanya. Seorang pejabat dari Otoritas Penerbangan Sipil Nepal mengatakan, pesawat dengan 78 kursi telah mendekati landasan pacu yang ditunjuk dari arah yang salah.

"Pesawat itu diizinkan mendarat dari sisi selatan landasan pacu yang terbang di atas Koteshwor, tapi mendarat dari sisi utara," kata Sanjiv Gautam kepada Kathmandu Post. "Kami belum bisa memastikan alasan di balik pendaratan yang tidak biasa".

Sementara itu, Perdana menteri Nepal KP Sharma Oli men-tweet bahwa dia "sangat terkejut" atas kejadian tersebut. Ia menyatakan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya puluhan korban jiwa. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,