Wanita Selundupkan 510 Gram Sabu Diselipkan di Pembalut

Wanita Selundupkan 510 Gram Sabu Diselipkan di Pembalut

Aparat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Jabar gagalkan penyelundupan methaphetamine melalui Bandara Husein Sastranegara Bandung. (foto - ist)

Bandung - Penyelundupan methaphetamine melalui Bandara Husein Sastranegara Bandung berhasil digagalkan aparat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Jabar, Sabtu 10 Maret 2018.
 
"Modusnya, narkotika itu dikemas dalam pembalut wanita yang diberikan ruang pada bagian tengah, lalu dibungkus menggunakan lakban dan pembalutnya dipakai seakan wanita itu sedang haid," kata Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jabar, Saefullah Nasution di Kantor Bea dan Cukai Jabar Jalan Rumah Sakit, Senin (12/3/2018).
 
Akibat adanya narkotika dalam pembalut yang digunakan pelaku mengundang kecurigaan petugas di bandara, karena cara berjalan pelaku berbeda dari biasanya. Pelaku juga menggunakan celana berlapis dua, kemudian menyisipkan pembalut yang di dalamnya ada narkoba.
 
Disebutkan, berat dari barang terlarang itu sekitar 510 gram, dan pelakunya seorang wanita yang berinisial M (37), yang merupakan asisten rumah tangga dan Warga Negara Indonesia. Barang terlarang itu dibawa M dari Kuala Lumpur Malaysia menuju Bandung, dengan menggunakan maskapai Malindo Air bernomor penerbangan OD302.
 
"Kasus itu menunjukkan, jaringan internasional masih melihat Indonesia sebagai pasar narkoba yang potensial. Dari jumlah barang bukti yang disita jika dinominalkan mencapai di atas Rp 1 miliar, sekaligus sekitar 3.570 jiwa telah terselamatkan," kata Saefullah Nasution.
 
Atas perbuatannya, pelaku untuk sementara dikenakan dua pasal pelanggaran. Pasal 102 huruf e UU No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dan Pasal 113 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Undang-undang Kepabeanan ancam hukuman penjara paling singkat satu tahun, paling lama 10 tahun dengan denda Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar. 
 
"Sementara UU narkotika akan mendapat hukuman berupa pidana mati, pidana penjara seumur hidup antara 5 hingga 20 tahun disertai denda paling banyak Rp 10 miliar," tegasnya. Kasus itu sudah diserahkan kepada pihak Direktorat Narkoba Polda Jabar, untuk dikembangkan dan diproses lebih lanjut. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,