Stadion Utama GBK Jadi Ikon Earth Hour 2018

Stadion Utama GBK Jadi Ikon Earth Hour 2018

CEO WWF Indonesia Rizal Malik, Direktur Utama PPK GBK Winarto dan Presiden Inasgoc Erick Thohir. (foto - ist)

Jakarta - WWF Indonesia bekerjasama dengan Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK), bakal memadamkan lampu penerangan dan dekorasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) selama satu jam mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, Sabtu (24/3/2018).

Hal itu dilakukan sebagai simbol kepedulian terhadap isu-isu lingkungan dan perubahan iklim. CEO WWF - Indonesia, Riza Malik mengatakan, pada tahun 2009 Earth Hour dimulai di Indonesia. Dalam jangka waktu 10 tahun, tercatat sedikitnya 57 kota telah berpatisipasi.

Momen Earth Hour lalun berubah menjadi gerakan akar rumput, merangkul lebih dari 1.500 volunteer yang tergabung dalam Komunitas Earth Hour di 31 kota di Indonesia. "Setelah sepuluh tahun, Earth Hour menjadi sebuah gerakan global dan nasional. Kita bisa melihat ribuan aksi dilakukan oleh publik untuk menolong planet bumi ini," katanya, Kamis (15/3/2018).

Menurutnya, secara global Earth Hour bukan lagi aksi satu jam memadamkan lampu, tapi sudah berhasil mengadvokasi kebijakan terkait mitigasi perubahan iklim di berbagai negara di dunia. 

"Untuk tahun ini, dengan bangga kami mencatat pertisipasi GBK dalam aksi simbolis penadaman lampu selama satu jam. Sebagai ikon baru kebanggaan nasional, GBK menjadi simbol kemajuan pola pikir dan sikap masyarakat dan pemerinyah Indonesia terhadap isu-isu lingkungan dan perubahan iklim yang kita alami saat ini," tegasnya.

Seperti diketahui, Earth Hour itu sendiri merupakan kampanye global yang diinisiasi oleh WWF sejak tahun 2007 di Sydney, Australia. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait