Putri Dubai Itu Menghilang di Kawasan Wisata Perairan Goa

Putri Dubai Itu Menghilang di Kawasan Wisata Perairan Goa

Sheikha Latifa. (foto - Instagram)

New Delhi - Seorang putri Dubai, Sheikha Latifa dinyatakan hilang secara misterius di kawasan wisata perairan Goa India. Pasalnya, Latifa mengaku disiksa di Dubai sehingga melakukan aksinya untuk menyelamatkan diri ke Amerika Serikat.

Dilaporkan The Sun, Kamis (15/3/2018)  Latifa (33) mengaku sebagai salah satu dari 30 anak Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, yang merupakan Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab dan penguasa Emirat Dubai.

Insiden yang dialami Putri Latifa melibatkan aksi untuk menyelamatkan diri dari penyiksaan di Dubai, hingga upayanya kabur ke Amerika Serikat (AS). Latifa dilaporkan hilang sejak pekan lalu, setelah terakhir kali mengirimkan pesan WhatsApp ke perwakilan kelompok LSM Detained in Dubai yang berbasis di Inggris, Radha Stirling.

Latifa meminta bantuan kelompok Detained in Dubai untuk membantunya kabur. Stirling menyebutkan,  Latifa pertamakali menghubungi Detained in Dubai pada 26 Februari lalu. Saat itu Latifa mengklaim berhasil kabur dari Dubai, tempatnya dianiaya karena membantu kakak perempuannya kabur.

Berdasarkan keterangan Stirling, sebelum hilang ia tengah menumpang sebuah kapal berbendera AS yang berlayar di perairan berjarak 80 km dari pantai Goa di India, Minggu 4 Maret waktu setempat. Pesan yang dikirim bernada minta tolong. "Radha, tolong bantu saya, ada beberapa pria di luar," tulis Latifa dalam pesan kepada Stirling.

Ia juga menyebut dirinya mendengar suara tembakan di dalam kapal. Stirling meminta Latifa untuk merekam suara tembakan itu, tetapi ia tak membalasnya. Stirling menjelaskan, Latifa ditemani oleh seorang pengarang asal Perancis yang tinggal di AS, Herve Jaubert.

Rencananya, Jaubert dan Latifa akan terbang ke AS pada 5 Maret dari India, tapi mereka khawatir otoritas India akan melapor pada otoritas Uni Emirat Arab, jika mengetahui Latifa kabur. Stirling menyebut keduanya kemudian melanjutkan perjalanan dengan kapal.

Ketika pihak Detained in Dubai menghubungi pengacara Latifa di AS Selasa 13 Maret waktu setempat, sang pengacara merilis sebuah video yang telah direkam sebelumnya oleh Latifa. Sang pengacara diminta merilis video itu ke publik, jika Latifa tewas atau hilang.

Dalam video berdurasi lebih dari 30 menit itu, Latifa berbicara soal perlakuan tidak pantas yang didapatkannya dari sang ayah, Sheikh Mohammed. "Saya membuat video ini sebagai video terakhir yang saya buat," sebut Latifa.

Bahkan, ia menyebut kemungkinan dirinya telah 'tewas atau berada dalam situasi sangat buruk' saat orang-orang melihat video itu. "Segera saya akan pergi entah bagaimana caranya. Saya tidak yakin hasilnya nanti, tapi saya 99 persen yakin akan berhasil.

Stirling menyatakan pihak Detained in Dubai telah memberitahu seluruh negara soal hilangnya Latifa dan Jaubert. Namun demikian, sejauh ini belum ada komentar dari otoritas Dubai terkait klaim Latifa tersebut. (Jr.)**

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,