Kenapa Pemilihan Jaksa Agung Tak Libatkan KPK?

Kenapa Pemilihan Jaksa Agung Tak Libatkan KPK?

Presiden Joko Widodo (kanan) menyaksikan Jaksa Agung Prasetyo (kiri) menandatangani berita acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/11). ANTARA FOTO

Jakarta - Pemilihan Jaksa Agung HM Prasetyo yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dalam pemerintahan kabinet kerjanya, berbeda dengan pemilihan calon menteri. Dalam melaksanakan pemilihan menteri, Jokowi melibatkan peran KPK dan PPATK untuk melihat rekam jejaknya.
 
Namun, pada saat memilih dan menentukan Jaksa Agung, kenapa Jokowi adem-adem saja dan tidak melibatkan lembaga lain, seperti KPK dan PPATK. Hal itulah tampaknya yang menjadi polemik dan pembicaraan di bebagai kalangan belakangan ini.

Menanggapi hal itu,  Direktur LP3ES Suhardi menduga tidak dilibatkannya KPK dan PPATK dalam pemilihan Jaksa Agung kemungkinan besar calon-calon Jaksa Agung yang diajukan diduga tidak bersih. 
"Seharusnya adil, jika menteri dilibatkan ke KPK dan PPATK yang lain pun harus, apalagi Jaksa Agung," kata Suhardi di Jakarta, Sabtu (22/11).

Menurut Suhardi, pemilihan jaksa agung memang hak prerogatif Presiden. Namun kemungkinan ada unsur politik, yaitu menjaga solidaritas dalam internal pekerjaan. Dipilihnya HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung jelas ada unsur politik, yaitu dalam penanganan kasus yang melibatkan politik-politik tertentu.

"Ya menurut saya orang-orang yang berasal dari dalam dan unsur politiknya. Misalnya mengenai penanganan-penanganan kasus yang barangkali melibatkan politik-politik tertentu," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:kpk,nasional,