BPOM Gagalkan Peredaran Kosmetik Ilegal Senilai Rp 5,4 M

BPOM Gagalkan Peredaran Kosmetik Ilegal Senilai Rp 5,4 M

BPOM rilis penyelundupan kosmetik ilegal di Kantor BPOM di Serang Banten, Selasa 27 Maret 2018. (foto - ist)

Serang - Penyelundupan kosmetik ilegal  senilai Rp 5,4 miliar dari Sumatera menuju Jakarta digagalkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Sebanyak 135,040 botol kosmetik merek RDL Hydroquinone Tretinoin Babyface tersebut dibawa, dengan  menggunakan mobil boks dengan nomor polisi BM 8130 RY. Petugas gabungan mengamankan mobil berisikan kosmetik ilegal yang diduga berasal dari Filipina saat berada di SPBU kawasan Merak Kota Cilegon Banten, pada Minggu 25 Maret 2018.

Kepala BPOM RI Penny K. Lukito mengatakan, kosmetik yang diamankan itu merupakan jenis obat yang di dalamnya mengandung bahan kimia berbahaya. Sebab, jika digunakan tanpa resep dokter dapat menyebabkan hyperpigmentasi dan iritasi.

"Kalau itu diedarkan dapat berbahaya bagi konsumen, karena mengandung Hydroquinone dan Tretinoin yang subtansinya masuk ke dalam obat keras," kata Penny kepada wartawan saat rilis di Kantor BPOM di Serang Banten, Selasa (27/3/2018).

Menurutnya, produk itu masuk ke Indonesia secara ilegal dari negara Filipina, sehingga belum terjamin aspek keamanan, mutu dan manfaatnya. "Bahkan, produk itu mengandung bahan berbahaya yang dilarang berada pada kosmetik. Kosmetik itu dijual ke seluruh wilayah Indonesia tanpa adanya izin edar," ujarnya.

Pihaknya bersama dengan kepolisan akan melakukan penelusuran modus operandi, yang memanfaatkan prlabuhan untuk memasukan produk ilegal ke wilayah Indonesia. "Kami akan memberikan warning yang ikut mendistrubiskan produk itu dari hulu hingga hilir," katanya.

Pemilik produk akan dikenakan Pasal 196 dan Pasal 198 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Yakni mendistribusikan, mengedarkan produk sediaan farmasi jenis kosmetik tanpa izin edar dan mengandung bahan dilarang, diancam hukuman pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,