Polres Bogor Tangkap Tiga Pengedar Uang Palsu Rp 6 Miliar

Polres Bogor Tangkap Tiga Pengedar Uang Palsu Rp 6 Miliar

Aparat Polres Kota Bogor menangkap tiga pelaku pengedar uang palsu yang akan diedarkan di wilayah Jabodetabek. (foto - ist)

Bogor - Kepolisian Resor Kota Bogor menangkap tiga pelaku pengedar uang palsu warga Kota Bogor, yang menyimpannya dalam koper hingga senilai Rp 6 miliar.  Ketiganya mengaku telah mengedarkan sekitar Rp 250 juta, di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek).
 
Kepala Polresta Bogor Ulung Sampurna Jaya masih menyelidiki keterkaitan peredaran uang palsu itu dengan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018. "Diduga mereka memesan dari luar Bogor untuk diedarkan di Jabodetebek," katanya di Markas Polisi Sektor Bogor Timur, Selasa (26/3/2018).
 
Ketiga pengedar tersebut berinisial CDR, MAX dan YRN ditnagkap di rumah kontrakan Kampung Parungbanteng Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor. Polisi juga menemukan barang bukti sebanyak 60 ikat uang palsu pecahan Rp 100 ribu berjumlah Rp 100 juta per ikatnya.
 
Diakui, uang palsu bernilai enam miliar rupiah itu tersimpan dalam enam tas koper. Polisi juga menyita barang bukti lainnya, seperti slip bank dan satu unit kendaraan roda empat. "Uang palsu yang telah diedarkan itu dari transaksi pertama mereka," katanya.
 
Menurut Ulung, para pengedar memesan uang palsu dari seseorang di luar Bogor melalui telepon selular. Pemesanan itu diakui pelaku yang keduakalinya dalam beberapa pekan terakhir. Polisi menduga jaringan pembuat dan pengedar uang palsu itu adalah jaringan antar-provinsi.
 
Tampilan uang palsu itu hampir tidak ada bedanya dengan uang asli umumnya, namun berwarna lebih terang dan tidak terdapat benang hologram. Perbedaannya lebih terasa jika diraba dengan tangan. Uang palsu itu memiliki tekstur lebih kasar dibandingkan yang asli.
 
Polisi masih memburu pembuat uang palsu itu dari keterangan ketiga pengedar. Para pelaku diancam Pasal 36 dan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 7/2011, tentang Mata Uang jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman penjara lebih dari lima tahun.
 
Modus penyebaran uang palsu itu menukarkan uang asli dengan perbandingan tiga banding satu. Pemesan uang palsu menukar selembar uang asli pecahan Rp 100 ribu, untuk membeli tiga lembar uang palsu pecahan yang sama dari produsen.
 
Untuk itu, Ulung pun berencana menemui KPUD untuk menyelidiki dugaan keterkaitan uang palsu, untuk membiayai pencalonan salah satu pihak yang maju dalam Pilkada Serentak 2018. Dugaan itu menguat karena jumlah uang palsu yang akan diedarkan sangat besar. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,