Calon Walikota Malang Itu Resmi Jadi Tahanan KPK

Calon Walikota Malang Itu Resmi Jadi Tahanan KPK

Calon Walikota Malang Yaqud Ananda Gudban resmi ditahan KPK. (foto - ant)

Jakarta - Calon Walikota Malang Yaqud Ananda Gudban resmi jadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terjerat kasus suap APBD Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015.

Wanita berjilbab itu keluar dari Gedung KPK, Selasa 27 Maret 2018) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat menuju kendaraan yang akan mengantar Yaqud ke Rutan KPK, seorang pria langsung memeluknya.

Tim pasangan calon nomor urut 1 di Pilwali Malang 2018 itu berencana mengajukan praperadilan. Juru bicara paslon Ananda Yaqud Gudban - Ahmad Wanedi, Dito Arief mengakui, akan menempuh langkah praperadilan atas penetapan tersangka yang diikuti penahanan Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang itu.

"Ada rencana kami untuk mengajukan praperadilan," kata Dito, Rabu (28/3/2018). Rencana pengajuan praperadilan tengah dalam kajian tim, termasuk partai koalisi pengusung Nanda, panggilan akrab cawali Malang.

Opsi itu muncul ketika rapat partai koalisi menyikapi penahanan Nanda. "Masih dikaji lagi dan dimatangkan soal rencana itu (praperadilan), tunggu 2 sampai 3 hari ke depan," kata politisi PAN itu.

Dito pun turut mengklarifikasi adanya isu, Nanda telah menerima suap hingga sebesar Rp 700 juta adalah tidak benar. Termasuk telah menerima suap Rp 15 juta seperti yang disangka, itupun masih belum terbukti sebagai fakta di persidangan.

Nanda ditahan bersama lima anggota DPRD lain yang juga terlibat kasus suap yakni Heri Pudji Utami, Abdul Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiarti, Sukarno. Mereka dibawa ke Rutan KPK. Sementara Walikota nonaktif Malang M Anton ditahan di Rutan Cabang Guntur Jakarta. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,