Perluasan Tahura Mutlak Pertimbangkan Sejumlah Aspek

Perluasan Tahura Mutlak Pertimbangkan Sejumlah Aspek

Salah satu sudut kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. Juanda Bandung. (foto - ist)

Bandung - Untuk merealisasikan perluasan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. Juanda Bandung, terlebih dahulu harus melakukan perubahan fungsi kawasan dari pengelolaan menjadi perluasan. Perubahan fungsi itu diatur dalam UU Nomor 41 Tahun 1999, tentang Kehutanan dan pelaksanaannya diatur Peraturan Pemerintah No. 104 tahun 2015 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan.

"Disitu ada prosedur mulai dari mengubah fungsi dan status kawasan hutan dan lain-lain. Dengan demikian, harus dilengkapi dengan usulan," sebut Kabid Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan Dinas Kehutanan Jabar Budi Mulia, Kamis (29/3/2018).

Menurutnya, usulan itu selanjutnya dikaji oleh Tim Terpadu yang dibentuk Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Tim terpadu melibatkan lembaga penelitian dari LIPI, Perguruan Tinggi, Pemda, pengelola kawasan serta masyarakat agar kajiannya komprehensif.

"Keberadaan hutan harus memberikan manfaat yang berimbang baik dari aspek ekologis, ekonomis maupun sosial," tambahnya.

Budi menjelaskan, tim terpadu harus melihat kondisi eksisting ke depan, jangan sampai cenderung ke ekonomi atau ekologi dengan mengesampingkan aspek lain. "Misalnya ekologi ditonjolkan, tapi masyarakat terganggu, karena itu perlu adanya kajian," tegasnya.

Seperti diketahui, wacana perluasan Tahura kembali mencuat setelah 10 tahun tertunda. Perluasan Tahura itu diperuntukan untuk memperluas daerah resapan air di Kawasan Bandung Utara (KBU). Hal itu dinilai menjadi salah satu solusi penanganan banjir di Bandung Raya. (Jr.)**

 

.

Categories:Wisata,
Tags:,