Peringati Hari Peduli Autis, Gedung Sate Bandung Membiru

Peringati Hari Peduli Autis, Gedung Sate Bandung Membiru

Peringati Hari Peduli Autis Sedunia tingkat Jabar, Gedung Sate membiru. (foto - Humas Jabar)

Bandung - Pemandangan berbeda tampak di Gedung Sate Bandung, pada Senin 2 April malam. Kantor Pemprov Jabar itu dihiasi lampu LED berwarna biru, yang menerangi setiap sudut bangunan.

Membirunya Gedung Sate dalam rangka memperingati Hari Peduli Autis Sedunia tingkat Jabar, yang jatuh setiap tanggal 2 April. Peringatan yang digagas oleh Yayasan Biruku Indonesia bekerjasama dengan Pemprov Jabar itu, bertujuan mensosialisasikan anak pengidap autisme bukan aib, tetapi anak istimewa dengan bakat yang terpendam didalam dirinya.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa pihaknya sangat perhatian dengan para penyandang autisme dan anak berkebutuhan khusus lainnya. Sebab, penanganannya sudah tecantum dalam UU Tahun 2016 Nomor 8 tentang Penyandang Disabilitas. Acara peringatan itu sendiri yang pertamakali digelar di Jawa Barat.

"Saya berterimakasih kepada pemerintah pusat, presiden dan jajarannya yang telah melahirkan landasan hukum yang demikian baik, dalam memberikan perhatian kepada anak berkebutuhan khusus dan khususnya autisme,” katanya.

Sebagai provinsi dengan penduduk terbesar, lanjutnya Jabar ingin terus berkontribusi terkait autisme. Namun hal itu tidak akan tercapai jika tidak ada para orangtua hebat, setulus hati merawat anak-anak mereka yang didiagnosis autis.

Oleh karena itu, beranjak dari kepedulian pihaknya terhadap autisme, Pemprov Jabar menyelenggarakan acara peringatan Hari Peduli Autis dengan mengundang komunitas atau yayasan peduli autisme.

"Saatnya kita berikan kepedulian, apresiasi kepada orangtua yang dengan rasa bangga memiliki anak istimewa, dan juga untuk anakknya sendiri mendapatkan peran yang istimewa. Dengan demikian, anak itu akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat, dan dibanggakan oleh orangtua, masyarakat Jabar dan Indonesia," bebernya.

Diharapkan, lewat acara itu menimbulkan rasa semangat orangtua kepada anaknya yang autisme agar terus mendorong edukasi dan mengoptimalkan keistimewaan anak itu. "Inilah yang menjadi motivasi Pemprov, karena motivasi yang lebih adalah dari orangtua yang memberi kasih sayang kepada anaknya,” tegas Iwa.

Peringatan Hari Peduli Autis Sedunia Tingkat Jabar itu juga diramaikan oleh pentas seni yang menampilkan beragam aksi. Antara lain bernyanyi, menari, rmain musik oleh anak-anak spesial dari lembaga autisme dan SLB di Jabar, serta fashion show anak spesial bersama para pelaku Pageants dan Duta Jabar.

Warna biru punya arti bagi autisme, yakni karena pengidap autis biasanya berperilaku tidak bisa mengontrol emosinya. Dengan warna biru yang bermakna warna tenang, diharapkan bisa merepresentasikan arti warna tersebut. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,