Jembatan Alternatif Puncak - Cianjur Putus Tergerus Banjir

Jembatan Alternatif Puncak - Cianjur Putus Tergerus Banjir

Jembatan penghubung jalur alternatif antara Puncak Bogor - Cianjur terputus tergerus banjir. (foto - ist)

Bogor Jembatan penghubung jalur alternatif antara Puncak Bogor - Cianjur terputus tergerus banjir. Jembatan terputus itu tepatnya berada di kawasan Sukamakmur, yang berbatasan antara Kabupaten Bogor dan Cipanas Kabupaten Cianjur.
 
"Jembatan tak bisa dilalui karena terputus, evakuasi warga dan penanganan dampak banjir masih dilakukan," kata Komandan Distrik Militer 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Fransisco, Minggu (8/4/2018).
 
Ia menyebutkan, banjir mulai melanda pada Sabtu malam sekitar pukul 18.40 WIB. Berdasarkan data sementara, banjir menyebabkan 6 rumah dan 13 kendaraan hanyut terbawa air dari aliran Kali Cisarua. Dampak itu terjadi pada lokasi banjir di Kampung Cisarua Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor.

Selain itu, terdapat satu orang korban meninggal dunia atas nama Mari (70) warga Kampung Cibiting Desa Warga Jaya Kecamatan Sukamakmur. "Kami evakuasi bersama warga masih manual, di sana sulit sinyal untuk koordinasi," katanya.

Banjir juga merusak puluhan rumah dekat sepadan sungai di wilayah utara Cianjur. Empat rumah rusak terbawa arus, 10 rumah rusak berat, 20 rumah rusak ringan dan 50 rumah terendam banjir akibat meluapnya sungai Cianjur, di Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur. 

Luapan sungai Sungai Cianjur dan Sungai Ciharashas juga merendam 7 rumah lain di Desa Sukamaju dan Desa Sirnagalih, Cianjur. Sementara longsor terjadi di Desa Mangunkerta Kecamatan Cugenang dan Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

BPBD Cianjur mencatat, sebagian besar wilayah Kelurahan Pamoyanan Cianjur kota ikut terendam banjir. Akibatnya, satu rumah rusak usai terbawa arus dan satu jembatan tidak dapat dilalui. Sebagian besar wilayah Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur, juga terendam banjir. 

Para warga Cianjur kota menilai banjir akibat meluapnya Sungai Cianjur termasuk terbesar sejak puluhan tahun terakhir karena sampai merusak rumah warga di sejumlah titik.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman memperkirakan banjir akibat sebab faktor alam, penyempitan sepadan sungai dan tumpukan sampah di aliran sungai.  "Kami sudah intruksikan aparat turun untuk membantu warga membersihkan wilayah yang tergenang. Kami akan melakukan evaluasi terkait lokasi rawan banjir," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,