Korban tewas Miras oplosan di Kabupaten Bandung 21 orang

Korban tewas Miras oplosan di Kabupaten Bandung 21 orang

Korban tewas Miras di Kabupaten Bandung terus berjatuhan hingga 21 orang. (foto - ant)

Bandung - Korban tewas akibat minuman keras  (miras)  oplosan di Kabupaten Bandung  jumlahnya terus bertambah. Tidak hanya di RSUD Cicalengka, sejumlah korban juga menjalani perawatan di RSUD Majalaya Kabupaten Bandung.

Di RSUD Majalaya, dari enam pasien yang dirawat, tiga di antaranya meninggal dunia. Pasien mulai menjalani perawatan sejak Sabtu 7 April. Dengan begitu, sudah 21 orang meninggal dunia akibat miras oplosan. Sebanyak 18 korban tewas ditangani di RSUD Cicalengka.

Berdasarkan keterangan Direktur RSUD Majalaya Grace Mediana mengatakan, tiga korban yang meninggal yakni Herdiana warga Rancaekek, Gilang Maulana warga Cikancung dan Murdianto warga Paseh. "Ada enam orang yang dirawat. Tiga meninggal dunia, dua orang masih dirawat dan satu orang pulang paksa," kata Grace, Senin (9/4/2018).

Para korban mengeluh pusing dan muntah-muntah. Sejauh ini belum ada lagi korban dugaan minuman keras yang datang ke RSUD Majalaya. Seluruh pasien yang dirawat inap ditangani sesuai prosedur yang berlaku di rumah sakit.

Sementara itu di RSUD Cicalengka, sejumlah korban minuman keras terus berdatangan. Menurut Direktur RSUD Cicalengka dr. Yani Sumpena, jumlah kunjungan ke RSUD Cicalengka tercatat 35 pasien, dan yang meninggal 16 orang.

Yani menyatakan, data itu diperoleh berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan petugas rumah sakit yang berjaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang inap. Kini masih ada 4 pasien yang dirawat di IGD dan ruang inap. "Pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sedang dilakukan observasi," katanya.

Ia mengatakan, para pasien saat kunjungan ke rumah sakit awalnya mengalami mual-mual, muntah, pusing, gangguan sesak napas, penurunan kesadaran. "Setiap kunjungan pasien yang masuk rumah sakit, ditangani sesuai dengan SOP yang ada di RSUD Cicalengka," tegas Yani.

Dalam penanganan terhadap pasien yang mengalami over dosis alkohol, dilakukan sesuai dengan keluhan yang dialami pasien. Antara lain dengan cara melakukan bilas lambung, pemeriksaan pada bagian cairan di dalam tubuh. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,