Guru Ngaji Kepergok Edarkan Sabu Niat Umrah pun Batal

Guru Ngaji Kepergok Edarkan Sabu Niat Umrah pun Batal

BNN Jateng ungkap penangkapan AGR dan SYN edarkan sabu. (foto - ist)

Semarang - Harapan seorang guru ngaji untuk berangkat ibadah umrah ke Tanah Suci, pupus akrena keburu diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah. Ia pun harus berurusan dengan hukum akibat ulahnya mengedarkan narkoba jenis sabu.

Diketahui, pelaku berinisial AGR (47) warga Kampung Tegalayu Kelurahan Bumi Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Ia merupakan salah satu ustadz di sebuah pondok pesantren di pusat Kota Surakarta, dan sering memberi ceramah.

"AGR sehari-harinya mengajar mengaji di salah satu ponpes di Surakarta. Rencananya pada 9 April 2018 berangkat umrah ke Tanah Suci. Alhasil, rencana ibadah itu batal karena adanya proses hukum di BNN Jateng," kata Kepala BNN Jateng Brigjen Tri Agus Heru, Senin (9/4/2018).

Petugas BNN menangkap AGR di Pertigaan Pungkruk Km 4 Jalan Raya Sukowati Desa Jetak Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen, pada Jumat 6 April sekitar pukul 00.25 WIB. Penangkapan berawal laporan warga yang menyebutkan, mobil Avanza bernopol AD 8935 IU membawa narkotika jenis sabu menuju arah Surakarta.

"Setelah melakukan pengamatan, anggota BNN Jateng menemukan mobil itu, kemudian menghentikannya yang ditumpangi oleh dua orang, yakni AGR dan SYN. Saat digeledah, ditemukan jenis sabu (meth) yang disimpan tersangka di dalam mobil," tegasnya.

SYN (53) merupakan warga Pringgading Kelurahan Stabelan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Ia pun ditetapkan sebagai tersangka karena sejak awal mengetahui AGR akan mengambil narkotika jenis sabu. Apalagi, ia turut membantu mencarikan alamat pengiriman sabu. (Jr.)** 

.

Categories:Daerah,
Tags:,