45 Korban Tewas Kasus Miras Opolosan Ditetapkan Jadi KLB

45 Korban Tewas Kasus Miras Opolosan Ditetapkan Jadi KLB

Aparat gabungan kembali membongkar gudang miras oplosan di kawasan Jalan Raya Bypass Cicalengka Kabupaten Bandung. (foto - @sa17dy_r)

Bandung - Kasus miras oplosan  yang merenggut puluhan korban jiwa ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa  (KLB).  Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung pun sudah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Kesehatan.

"Memang kejadiannya termasuk pada bencana sosial karena menelan banyak korban" kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Achmad Kustijadi, Selasa (10/4/2018). Menurutnya, Pemkab juga akan menanggung semua biaya pasien kasus miras oplosan setelah penetapan KLB.

Berdasarkan data terbaru, total ada 41 korban yang meninggal dunia. "Rinciannya 31 orang meninggal dunia di RSUD Cicalengka, tujuh orang di  RS AMC dan tiga orang di RS Majalaya. Ini situasi yang harus segera ditindaklanjuti dengan status KLB," katanya.

Ia menyatakan, total korban di ketiga rumah sakit mencapai 141 orang. Sebanyak 21 orang di RS AMC, 94 orang di RSUD Cicalengka dan 21 orang di RS Majalaya. Pelayanan ketiga rumah sakit itu patut diapresiasi. Mereka tetap bersiaga mengantisipasi datangnya pasien baru dengan gejala yang sama.

Terkait kandungan kimia di dalam miras, Achmad mengaku masih  menunggu hasil labolatorium "Mereka yang meninggal dunia kondisinya sudah kritis. Hasil pemeriksaan dari ketiga rumah sakit itu akan dikirim ke Jakarta untuk penelitian lebih lanjut," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Marwoto membenarkan, jumlah korban jiwa akibat menenggak miras oplosan sudah mencapai 45 orang. "Saya prihatin dan berduka cita. Korban bertambah, satu jam terakhir sudah jadi 45 orang meninggal dunia," kata Kapolda.

Dari jumlah itu, 35 korban berasal dari Cicalengka Kabupaten Bandung, empat orang dari Kota Bandung dan Kabupaten Sukabumi enam orang. Beberapa penjual miras oplosan pun sudah ditangkap. Mereka akan berhadapan dengan proses hukum, dan polisi terus mengembangkan kasus itu.

"Tugas kepolisian sekarang dibantu BBPOM dan forensik, kita sudah mengambil sampel darah, kencing, dibandingkan dengan minuman yang diminum," katanya. "Sekarang sudah diberangkatkan ke lab forensik, hasilnya diperkirakan tiga atau empat hari lagi selesai," lanjutnya.

Langkah lainnya, polisi akan menelusuri dari mana minuman tersebut berasal. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, untuk mengetahui apakah jaringan penjual miras oplosan itu memiliki kaitan dengan kasus serupa di Polda Metra Jaya atau tidak.

Ia mengatakan, pihaknya kini gencar melakukan razia miras bekerjasama dengan berbagai pihak terkait. "Satu bulan lagi kita masuk bulan Ramadan, sehingga kita bebaskan dari sekarang (peredaran miras)," tegas Agung. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,