MES Optimistis Akan Pertumbuhan Ekonomi Syariah

MES Optimistis Akan Pertumbuhan Ekonomi Syariah

ilustrasi

Jakarta - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) optimistis bahwa target pertumbuhan ekonomi syariah sebesar 20 persen dapat tercapai sebelum 2024.

"Bisa dicapai lebih cepat jika kita dapat merumuskan kebijakan yang pas, afirmasi dan sinergi antara pihak seperti Bank Indonesia, OJK, Kementerian Agama dan pihak lainnya," kata Ketua Umum MES Muliaman Darmansyah Hadad dalam konferensi pers Munas III MES, Jakarta, Sabtu (22/11/2014).

Ia mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut tidak dapat diciptakan melalui keajaiban tanpa adanya kerja keras dan komitmen pihak-pihak tersebut, dan juga tidak tertutup kemungkinan pertumbuhan ekonomi syariah justru terjadi di daerah-daerah.

"Misalnya di Jawa Timur yang memiliki pengembangan ekonomi syariah berbasis pesantren, sehingga daerah ini memiliki model sendiri dan baru," kata Muliaman.

Ia mengatakan, menjadikan daerah sebagai sentral pertumbuhan ekonomi syariah banyak ditentukan oleh partisipasi dan komitmen kepala daerah.

Begitu juga di berbagai daerah lain seperti Sumatera Utara, Kalimantan Barat dan Jawa Barat yang juga antusias mengembangkan ekonomi syariah.

"Sehingga, model pengembangannya itu dari daerah ke pusat atau 'buttom up' yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, hal ini juga membutuhkan dukungan dari pihak-pihak yang bergelut di sektor riil agar manfaat perekonomian syariah dapat dinikmati daerah-daerah dalam cakupan yang lebih konkret.

"Pemerintah daerah itu kan maunya yang konkret-konkret," ujar Muliaman. (AY)

.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,