Sungai Ciloseh Meluap Rendam Permukiman Dua Kampung

Sungai Ciloseh Meluap Rendam Permukiman Dua Kampung

Banjir di Kampung Buniagara dan Burujul Kecamatan Cipedes Tasikmalaya. (foto - Kabar Priangan)

Tasikmalaya - Sejumlah rumah di  bantaran sungai yang  berada di Kampung Buniagara  serta Kampung Burujul  Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya dilanda banjir kuapan Sungai Ciloseh, Selasa (17/4/2018).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya mencatat, sedikitnya 9 rumah terdampak banjir bandang tersebut. Namun, BPBD Kota Tasikmalaya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan penuturan warga, banjir bandang melanda bantaran Sungai Ciloseh sekitar pukul 18.30 WIB. Hingga pukul 21.00 WIB air Sungai Ciloseh masih menggenangi beberapa rumah warga, yang mencapai ketinggian air hingga 1,5 meter.

Sejumlah warga sibuk mengamankan barang berharga milik mereka, dan membersihkan rumah mereka dari endapan lumpur sisa banjir bandang. Banjir dipicu meluapnya air Sungai Ciloseh, yang tiba-tiba masuk ke rumah warga.

Warga pun merasa kaget karena air datang secara tiba-tiba, meski hujan deras hanya terjadi pada sore hari selama kurang lebih dua jam. "Saya lagi duduk di ruang tengah tiba-tiba mendengar suara gemuruh. Saya buka pintu belakang, tiba-tiba air masuk ke rumah setinggi jendela," kata warga.

Diakui, warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dalam rumahnya. Bahkan, seorang warga nyaris terbawa arus Sungai Ciloseh saat mengecek ketinggian air sungai.

Kapolsek Indihiang Polresta Tasikmalaya Muhammad Basori mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Kota Tasikmalaya untuk melakukan pertolongan darurat kepada korban terdampak banjir bandang.

Dipastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, meminta warga untuk meninggalkan rumah mereka terlebih dahulu hingga debit air Sungai Ciloseh kembali normal. "Kami kerahkan tim Dalmas dan anggota Polsek Indihiang untuk mengevakuasi warga," katanya.

Untuk sementara korban diungsikan ke rumah keluarga dan tetangga terdekat. Barang-barang mereka juga untuk sementara masih ditaruh di bantaran rel, karena rumah mereka memang di samping rel kereta.

Basori mengatakan, luapan air Sungai Ciloseh diprediksi muncul dari arah Galunggung. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Polsek Indihiang melakukan penjagaan agar warga tidak terlalu dekat di lokasi bandang.

Koordinator Satuan Tugas Pusdalop BPBD Kota Tasikmalaya Harisman menambahkan, dari hasil analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kota Tasikmalaya memang memiliki ancaman banjir bandang.

Selain melakukan penanganan darurat di Kelurahan Nagarasari, BPBD Kota Tasikmalaya juga masih mendata wilayah lain di sepanjang bantaran Sungai Ciloseh yang mungkin juga terdampak banjir bandang. BPBD Kota Tasikmalaya masih mempertimbangkan, apakah akan mendirikan tenda darurat atau menitipkan warga terdampak di rumah warga terdekat. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,