Terbongkar, Pesta Seks Pasutri Tukar Pasangan di Malang

Terbongkar, Pesta Seks Pasutri Tukar Pasangan di Malang

Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim mengamankan tiga pasutri. (foto - tribunjatim)

Surabaya - Pasangan suami - istri yang tergabung dalam grup tukar pasangan (swinger) bernama "Sparkling" di Jawa Timur akhirnya terungkap. Saat berpesta seks, mereka biasanya berkumpul hanya dalam satu kamar. Para suami membiarkan istrinya digauli pria lain, begitu pun sebaliknya dengan para istri.
 
Terkait kasus itu, Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim mengamankan tiga pasutri yang tengah berpesta seks dan bertukar pasangan di sebuah hotel di kawasan Lawang Kabupaten Malang Jawa Timur, pada Sabtu 14 April 2018.
 
Seorang tersangka inisiator dan pembuat grup Facebook komunitas menyimpang itu berinisial THD (53) sudah ditetapkan tersangka. Hasil penyidikan menyatakan, komunitas itu dibuat tersangka sejak 2013. Praktik itu didasari fantasi seksual, dan ada juga yang beralasan upaya merangsang diri agar terangsang pada pasangan sahnya.
 
Sementara syarat menjadi anggota harus pasutri sah yang mengantongi surat nikah. Anggota grup itu pun lintas daerah di Jatim. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera mengatakan, saat ini jumlah anggota grup Sparkling sudah mencapai 48 pasangan.
 
"Anggotanya enggak main-main mencapai 48 pasangan," kata Frans di Markas Polda Jatim Surabaya. Pesta seks yang mereka gelar tidak ada hubungannya dengan ritual sebuah kepercayaan atau apa pun, juga tidak bermotif ekonomi.
 
"Hanya soal fantasi," tegas Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Yudhistira Midyahwan. Biasanya THD bersama istri dan pasutri lainnya menggelar pesta seks dengan menyewa sebuah hotel atau vila.
 
Penginapan yang biasa mereka sewa, yakni di tempat wisata alam di Tretes Kabupaten Pasuruan. "Biasanya, mereka melakukannya dalam satu kamar," tegas Yudhistira.
 
Sejauh ini, polisi baru menetapkan THD sebagai tersangka. Sementara yang lainnya hanya berstatus saksi. Warga Surabaya Jawa Timur itu dijerat dengan Pasal 296 Kitab Undang Undang Hukum Pidana, tentang Memudahkan Perbuatan Cabul dengan Orang Lain. (Jr.)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,