Mantan Kadis & Anggota DPRD Kota Bandung Jadi Tersangka

Mantan Kadis & Anggota DPRD Kota Bandung Jadi Tersangka

Ketua KPK Agus Rahardjo

Jakarta - Mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Kota Bandung Hery Nurhayat, ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) sebagai tersangka.

KPK juga menetapkan mantan dua anggota DPRD Kota Bandung sebagai tersangka. Keduanya yakni Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet. "KPK meningkatkan status penanganan perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan tiga tersangka," sebut Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Menurutnya, ketiganya diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung. Proyek itu dilakukan tahun anggaran 2012-2013. Proyek itu direalisasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung Tahun 2012. Untuk itu, Hery, Tomtom dan Kadar melakukan pembahasan terkait proyek itu.

Dalam proyek tersebut, Hery selaku pengguna anggaran, sedangkan Tomtom dan Kadar masing-masing selaku ketua dan anggota badan anggaran DPRD Kota Bandung saat kasus itu terjadi.

Agus menjelaskan, anggaran yang disetujui sebesar Rp 123,9 miliar, terdiri atas belanja modal tanah dan belanja penunjang untuk 6 ruang terbuka hijau. Diduga, Tomtom dan Kadar menyalahgunakan kewenangan untuk meminta penambahan anggaran.

Selain itu, keduanya berperan sebagai makelar pembebasan lahan. Sementara Hery diduga menyalahgunakan kewenangan dengan mencairkan anggaran yang tidak sesuai dengan dokumen pembelian.

Diduga, ia juga mengetahui pembayaran bukan kepada pemilik langsung tapi melalui makelar. Ketiganya disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,