Gerilyawan IS Bunuh 25 Warga Sunni

Gerilyawan IS Bunuh 25 Warga Sunni

ilustrasi

Baghdad - Gerilyawan IS (Negara Islam) membunuh 25 anggota kelompok suku dalam serangan di ibu kota provinsi barat Baghdad, Sabtu (22/11/2014), yang diduga pembalasan IS atas serangan kelompok Sunni.

Mereka mengatakan mayat para pria dari suku Albu Fahd ditemukan setelah tentara melancarkan serangan balasan pada Sabtu terhadap IS di desa di ujung timur Ramadi, ibu kota Provinsi Anbar.

"Ketika mereka sedang menyisir wilayah-wilayah yang mereka bebaskan itu, pasukan keamanan menemukan 25 mayat di daerah Shujariya," kata Hathal Al-Fahdawi, seorang anggota Dewan Provinsi Anbar kepada Reuters.

Pemimpin suku Albu Fahd, Sheikh Rafie al Fahdawi mengatakan setidaknya 25 mayat ditemukan dan mengatakan ia memperkirakan jumlah korban jauh lebih banyak. Ia mengatakan mayat-mayat itu ditemukan bertebaran di sekitar lokasi itu dengan tidak ada tanda senjata-senjata dekat mereka, yang menandakan mereka tidak tewas dalam pertempuran.

Pembunuhan itu mengulangi kembali pengeksekusian ratusan anggota suku Albu Nimr bulan lalu oleh para petempur IS yang berusaha mematahkan perlawanan lokal bagi gerak maju mereka di Anbar, satu provinsi Sunni yang mereka kuasai selama hampir setahun.

IS, yang telah merebut daerah-daerah luas di Suriah dan Irak, terus merebut daerah di Anbar kendatipun serangan udara pimpinan Amerika Serikat selama tiga bulan terhadap kelompok itu.

Pada Jumat IS melancarkan serangan-serangan terkoordinasi di daerah tengah dan pinggiran Ramadi dalam satu usaha menguasai penuh s satu kota yang sebagian besar telah berada dalam kekuasaan mereka.

Para pria bersenjata melepaskan tembakan dari atap rumah di satu kompleks di tengah kota Ramadi yang merupakan kantor-kantor gubernur dan markas besar kepolisian, tetapi para pejabat lokal mengatakan pasukan keamanan berhasil menghalau para petempur IS yang berusaha beregak menuju gedung-gedung itu.

Jalan dari Ramadi menuju pangkalan udara militer Habbaniya, sekitar 25km ke timur tetap berada dalam kekuasaan IS, kata Hathaal Fahdawi,mencegah tentara memperkuat pasukan keamanan di kota itu.

Ia mengatakan para petempur suku yang didukung tank-tank tentara sedang berusaha mengamankan jalan itu untuk memungkinkan pasukan lewat dari Habbaniya.

Serangan kilat pasukan IS melalui Irak utara Juni menyebabkan negara itu berada dalam krisis keamanan terberat sejak Saddam Hussein digulingkan pasukan yang dipimpin AS tahun 2003, dan menimbulkan kecemasan bahwa ideologi radikalnya akan meluas ke seluruh Timur Tengah. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:isis,