Petani Tertabrak Kereta Api 223 Kamandaka di Purwokerto

Petani Tertabrak Kereta Api 223 Kamandaka di Purwokerto

Petani tewas tertabrak kereta api di antara Stasiun Karanggandul dan Stasiun Karangsari wilayah Desa Babakan Kabupaten Banyumas. (foto - ant)

Purwokerto - Seorang petani tewas seketika akibat tertabrak kereta api di antara Stasiun Karanggandul dan Stasiun Karangsari, wilayah Desa Babakan Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko, membenarkan mengenai kejadian itu. "Berdasarkan laporan yang kami terima, peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.15 WIB, di KM 342+8/9, petak Karanggandul-Karangsari, masuk wilayah Desa Babakan Kecamatan Karanglewas," katanya, Sabtu (21/4/2018).

Menurutnya, korban diketahui bernama Sukirno (49), warga Grumbul Pengempon Desa Babakan. Sebelum kejadian, korban berpamitan kepada istrinya, Rowiyah (45) pada pukul 05.00 WIB, karena akan menawarkan singkong ke Kampung Pejaten yang berada di seberang jalur rel kereta api.

Namun, sekitar pukul 06.00 WIB sejumlah pelajar yang sedang berangkat ke sekolah melihat sesosok jasad tergeletak di tepi jalur rel kereta api. Setelah mengetahui jasad itu adalah Sukirno, mereka menginformasikannya kepada keluarga dan perangkat desa setempat, yang diteruskan ke petugas PT KAI Daop 5 Purwokerto.

"Petugas pengamanan PT KAI Daop 5 bersama Polsek Karanglewas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah korban. Kejadian itu selanjutnya ditangani Polsek Karanglewas," kata Ixfan.

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikannya. Namun jika mengacu pada kronologi kejadian yang disampaikan istri korban, Sukirno diduga tertabrak KA 223 Kamandaka relasi Purwokerto - Semarangtawang yang diberangkatkan dari Stasiun Purwokerto pada pukul 05.00 WIB. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,