Reporter Tewas Ditembak di Tengah Demonstrasi Nikaragua

Reporter Tewas Ditembak di Tengah Demonstrasi Nikaragua

Demonstrasi anti-pemerintah yang diwarnai kekerasan di Nikaragua. (foto - confidencial)

Managua - Seorang reporter tertembak dan terbunuh ketika melaporkan langsung aksi demonstrasi anti-pemerintah, yang diwarnai kekerasan di Nikaragua. Jumlah korban tewas dalam demonstrasi yang telah memasuki hari keempat itu, dilaporkan telah mencapai 25 orang.
 
Reporter yang diidentifikasi media Nikaragua, Angel Gahona itu melaporkan secara langsung demonstrasi yang terjadi di Kota Bluefield, selatan Nikaragua. Ketika terdengar suara tembakan ia roboh dengan kepala berdarah. Gahona sedang memberitakan mengenai mesin uang yang rusak dengan ponsel dan juru kamera di belakangnya.
 
Tembakan itu mengakhiri komentarnya, membuat Gahona jatuh dari tangga di depan gedung. Ia tergeletak sementara orang-orang meneriakkan namanya dan mencoba memberi pertolongan.
 
Dilansir Reuters, Minggu (22/4/2018) baik pihak berwenang di Ibukota Managua maupun Palang Merah di negara tersebut yang dapat mengonfirmasi detail dari kejadian, dengan cepat menyebar ke berbagai media lokal, nasional dan internasional.
 
Sejauh ini, tidak diketahui siapa yang melepaskan tembakan Tersebut. Namun surat kabar La Prensa mengatakan, hanya polisi yang menghadapi kelompok demonstran yang memiliki senjata di sana.
 
Sebelum insiden itu terjadi, Palang Merah mengatakan sedikitnya enam orang tewas sejak protes dimulai pada Rabu. Demonstrasi berlangsung di sejumlah kota di seluruh Nikaragua, menentang rencana pemerintah untuk meningkatkan kontribusi pekerja dan mengurangi jumlah pensiun.
 
Unjuk rasa besar-besaran tersebut menyebabkan krisis bagi Pemerintahan Presiden Daniel Ortega. Sejumlah kelompok hak asasi manusia lokal melaporkan, sedikitnya 25 orang telah tewas pada Sabtu lalu.
 
Berdasarkan keterangan Juru Bicara Palang Merah Nikaragua, Lisett Guido mengatakan, Palang Merah tidak bisa memastikan jumlah keseluruhan korban. Ia pun hanya mengatakan, harus disadari akan lebih banyak korban yang tewas. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,