Walikota Tegal Siti Masitha Diganjar 5 Tahun Penjara

Walikota Tegal Siti Masitha Diganjar 5 Tahun Penjara

Walikota Tegal Siti Masitha di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. (foto - ant)

Semarang - Walikota Tegal nonaktif Siti Masitha Soeparno diganjar lima tahun penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Masitha terbukti menerima suap dari mantan Ketua Partai NasDem Kabupaten Brebes Amir Mirza Hutagalung senilai Rp 8,8 miliar.

"Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Antonius Widjantono, saat membacakan amar putusan, Senin (23/4/2018).

Hakim juga menghukum Masitha dengan pidana denda Rp 200 juta. Jika tidak dibayar, ia harus menggantinya dengan hukuman kurungan selama empat bulan. Putusan hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, yang meminta Masitha dipenjara selama tujuh tahun.

Dalam putusannya, hakim juga menolak tuntutan jaksa agar mencabut hak politik Masitha selama empat tahun. Hakim menilai, tuntutan itu tidak disertai dengan alasan kuat.

Menurut Hakim Antonius, Masitha dengan sengaja melibatkan Amir Mirza Hutagalung, yang pernah menjadi ketua tim pemenangan Masitha dalam pengambilan berbagai kebijakan di pemerintahan. Suap berasal dari Wakil Direktur Utama RSUD Kardinah Cahyo Supriyadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Tegal Sugiyanto, dan rekan kontraktor Sadat Fariz.

Total suap diberikan kepada Masitha melalui Amir Mirza sekitar Rp 8,8 miliar. Suap berasal dari berbagai hal. Antara lain, uang hasil operasional RSUD Kardinah hingga pengadaan alat kesehatan, uang proyek strategis serta uang suap jabatan. Namun, menurut hakim, Masitha hanya menikmati secara langsung Rp 500 juta.

Suap yang dinikmati secara langsung dipakai untuk pengobatan di RS Siloam Jakarta, pemberian uang pengambilan formulir pendaftaran di Partai Golkar dan Partai Hanura. Masitha baru mengembalikan uang sogokan yang diterimanya Rp 85 juta kepada jaksa penuntut umum.

Atas putusan tersebut, Siti Masitha Soeparno langsung menyatakan menerima vonis, sedangkan jaksa masih menyatakan pikir-pikir. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,