Terbongkar Jaringan Timteng Jual 900 Wanita ke Arab Saudi

Terbongkar Jaringan Timteng Jual 900 Wanita ke Arab Saudi

Pengungkapan kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan Timur Tengah. (foto - ist)

Jakarta - Pihak kepolisian berhasil  membongkar Tindak Pidana Perdagangan Orang  (TPPO)  jaringan Timur Tengah. Selama 3 tahun, lebih dari 900 wanita Indonesia jadi korban jaringan tersebut.
 
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Herry Rudolf Nahak menjelaskan, modus operandi yang digunakan jaringan itu, para korban dijanjikan akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Riyadh Arab Saudi.
 
"Di Riyadh, korban dialihkan ke rumah majikan di Jeddah untuk bekerja sebagai PRT. Selama bekerja, korban tidak menerima gaji serta mendapat perlakuan tidak manusiawi, yakni pelecehan seksual oleh majikan selama korban bekerja," kata Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak di Bareskrim Jakarta Pusat, Senin (23/4/2018).
 
Sedikitnya enam tersangka berhasil ditangkap dalam pengungkapan kasus itu. Antara lain Haji Sahman, Muhammad Reza dan Ali Idrus. "Ketiga tersangka tersebut sudah memberangkatkan kurang lebih 910 orang," katanya.
 
Diketahui, Haji Sahman berperan sebagai sponsor untuk daerah Nusa Tenggara Barat. Ia telah memberangkatkan sekitar 100 orang sejak Oktober 2017 hingga Maret 2018. Demikian juga Reza jumlah yang diberangkatkan sama.
 
Reza juga berperan sebagai sponsor dan penghubung sponsor dengan NTB dengan PT Kensur Hutama, perusahaan penyalur tenaga kerja. Kemudian tersangka Ali Idrus berperan sebagai komisaris dan pemilik PT Kensur Hutama, telah memberangkatkan sebanyak 710 korban sejak 2015 hingga Maret 2018.
 
"Kita sudah melakukan moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah. Kalau ada yang memberangkatkan lagi berarti ilegal,"  tegas Herry.
 
Ketiga tersangka dijerat dengan dua Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Orang Pasal 4 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Juga UU tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Pasal 81 dengan ancaman 10 tahun dan Pasal 86 dengan pidana penjara 5 tahun. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,