Mendikbud Prihatin atas Aksi Kekerasan Sipil di Aroanop

Mendikbud Prihatin atas Aksi Kekerasan Sipil di Aroanop

TNI saat mengevakusi 13 guru kontrak yang disandera kelompok seperatis Papua. (foto - ist)

Jakarta - Mendikbud Muhadjir Effendy prihatin atas aksi kriminal, yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) yang terjadi di kawasan Aroanop, Distrik Tembagapura Provinsi Papua. Aksi kekerasan itu menyasar pada guru kontrak dan melakukan pengrusakan fasilitas, termasuk membakar sebagian gedung sekolah.

Sejauh ini, pasukan TNI yang bertugas dalam satuan tugas pembebasan kampung dari gangguan KKSB tersebut masih terus melakukan patroli. Kampung Aroanop yang baru dikuasai pasukan TNI pada Kamis 19 April 2018, kini kondisinya aman dan terkendali.

Namun, pasukan TNI terus berjaga-jaga di sekitar kampung dan melakukan patroli secata rutin ke enam dusun yang ada di wilayah itu dari gangguan KKSB. "Karena baru dua hari kita menguasai Kampung Aroanop, anggota kami di sana masih berjaga-jaga dan patroli," kata Dansatgas Operasi Pembebasan Perkampungan dari KKSB Kolonel Inf Frits Pelamonia.

Menurutnya, saat ini aktivitas masyarakat setempat di beberapa dusun di Kampung Aroanop sudah berjalan seperti biasa. Pasukan TNI dipastikan terus mengamankan wilayah, agar masyarakat tidak terganggu dan KKSB dan tidak lagi mendekat.

Ia menuturkan, saat ini pasukan masih sebatas berjaga-jaga untuk mengamankan wilayah kampung. Namun, bukan berarti dengan begitu pihaknya tidak melakukan pengejaran terhadap KKSB. "Kita tahu tindakan mereka sudah melanggar batas, dan pimpinan kita menyampaikan ke kita, kejar," tegasnya.

Meski KKSB sudah berulangkali melakukan aksi teror, kekerasan dan tindakan asusila terhadap guru dan masyarakat di wilayah Distrik Tembagapura, diharapkan tidak terulang lagi. Apa yang terjadi di Kampung Aroanop adalah yang terakhir dilakukan KKSB. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,