Deisti Astriani Terpaku Menahan tangis Dengar vonis Suami

Deisti Astriani Terpaku Menahan tangis Dengar vonis Suami

Deisti Astriani Tagor di sidang vonis Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa 24 April 2018. (foto - ist)

Jakarta - Deisti Astriani Tagor yang selalu setia mengikuti jalannya sidang hanya bisa terpaku sembari menahan tangis, ketika mendengar vonis suaminya Setya Novanto. Ia hadir lebih awal di ruang sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Deisti duduk di barisan paling depan kursi sisi kiri ruang sidang. Sebelumnya, ia setia menemani Setnov di ruang tahanan Pengadilan Tipikor. Istri mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih-hitam dan celana panjang berwarna senada. Ia juga memakai kerudung berwarna abu-abu.

Ketika Setnov memasuki ruang sidang dan duduk di kursi terdakwa, Deisti pun tampak tegar. Sidang vonis pun dimulai dipimpin ketua majelis hakim Yanto, bersama Ansyori Syarifudin, Emilia Djajasubagia, Anwar dan Franky Tambuwun sebagai anggota.

Seluruh pengunjung termasuk Deisti harap-harap cemas saat majelis hakim membacakan putusan. Ia pun tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Raut wajahnya tegang, dan beberapa kali mebgusap wajah dengan tangannya.

Majelis hakim akhirnya menjatuhkan vonis. Setya Novanto dihukum pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Setnov dinyatakan terbukti terlibat dalam korupsi proyek e-KTP. Setnov pun dihukum membayar uang pengganti 7,3 juta dolar AS dikurangi uang Rp 5 miliar, yang sudah dikembalikan KPK.

Majelis hakim mengatakan, jika Setnov tidak membayar hukuman uang pengganti dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita dan dilelang. Jika harta yang disita tidak cukup untuk membayar uang pengganti, Setnov dipidana penjara selama 2 tahun.

Selain hukuman pidana penjara, ia pun dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik. Setnov tidak mendapatkan hak untuk dipilih atau memilih selama 5 tahun ke depan, setelah menjalani hukuman pidana. Ketua majelis hakim menyebutkan, hal-hal memberatkan yang membuat vonis itu dijatuhkan. 

Perbuatannya termasuk kategori extraordinary crime dan bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar memberantas korupsi. Mendengar vonis itu, Deisti pun tampak terpaku sambil menunduk menahan air matanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,