Dosen Unila Dipolisikan, Cabuli Mahasiswi Saat Bimbingan

Dosen Unila Dipolisikan, Cabuli Mahasiswi Saat Bimbingan

Dosen Unila dilaporkan ke Polda Lampung diduga cabuli mahasiswi saat bimbingan skripsi. (foto - ilustrasi)

Bandar Lampung - Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidian Universitas Lampung (Unila) berinisial CE, dilaporkan ke Polda Lampung. Pria bergelar doktor itu dilaporkan oleh DCL (22), atas tuduhan pelecehan dan pencabulan.

Berdasarkan dugaan SS paman korban, perbuatan tak senonoh itu sudah sering dilakukan oleh CE. "Ponakan saya sudah beberapa kali dilecehkan sejak tiga bulan lalu. Tangannnya sering dipegang dan diraba. Terakhir, payudara ponakan saya diraba," kata SS kepada awak media di ruang Graha Jurnalis Mapolda Lampung, Selasa (24/4/2018).

Menurutnya, pelecehaan yang dialami DCL kerap terjadi di ruangan CE saat memberikan bimbingan skripsi. Pasalnya, CE adalah dosen pembimbing keponakannya. "Ponakan saya sering menghadap dia urusan bimbingan skripsi. Karena dia (CE) dosennya, saat menghadap (DCL) sering mendapat perlakuan tak senonoh. Ada saksi kawannya yang menyaksikan," tegas SS.

Korban, sering diintimidasi oleh pelaku untuk tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun. Sebagai imbalannya, pelaku mau membantu kelulusan skripsi korban. "Aksi itu bukan sekali dua kali. Terakhir pegang dadanya, ponakan saya berontak dan akhirnya lapor ke orangtua," katanya.

Sejauh ini, pihaknya juga menyerahkan bukti percakapan melalui WhatsApp antara korban dan pelaku. Di dalam pesan singkat itu terdapat kata-kata cabul. Saat ini bukti itu sudah diserahkan ke penyidik Subdit IV Remaja Anak dan Wanita, termasuk saksi rekan korban yang juga mendampingi korban saat melapor di Polda Lampung.

DCL mendatangi Polda Lampung sekitar pukul 12.30 WIB. Ia menjalani pemeriksaan di Subdit IV Remaja Anak dan Wanita hingga pukul 17.45 WIB. Setelah diperiksa, korban yang mengenakan jilbab dan penutup muka itu, ditemani rekannya langsung berjalan meninggalkan Mapolda.  

Laporan DCL bernomor STTPL/671/IV/2018/SPKT, Selasa 24 April 2018. Namun, korban tidak diizinkan dimintai komentarnya karena masih shock dan kelelahan seusai menjalani pemeriksaan. "Ia masih shock dan kecapekan, jadi belum bisa diwawancara, tambah SS. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,