Tunda Laga Persija vs Persib PT LIB Termakan Regulasi Sendiri

Tunda Laga Persija vs Persib PT LIB Termakan Regulasi Sendiri

Pelatih Persib Mario Gomez.

Jakarta - Ditundanya laga Persija Jakarta menjamu Persib Bandung menuai kontroversi. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1, dinilai telah melanggar regulasi.
 
Semula, laga Persija jamu Persib dijadwalkan digelar, Sabtu 28 April di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Namun, pihak kepolisian mengaku kesulitan untuk memberikan izin karena berdekatan dengan Hari Buruh pada 1 Mei (May Day).

Direktur Utama Persija sempat menyatakan laga tunda akan digelar pada 3 Mei. Namun PT LIB sejauh ini belum memberikan pengumuman secara resmi. Keputusan itu memicu dugaan adanya konspirasi. Penundaan dinilai tak masuk akal, apalagi jarak antara hari buruh dengan pertandingan berjauhan.

Seperti dituturkan pemerhati sepakbola dari Save Our Soccer, Akmal Marhali yang menilai PT LIB telah melanggar regulasi sediri jika memang laga tersebut ditunda. Keputusan itu juga tentu merugikan banyak klub dan membiarkan kabar negatif kian meluas.
 
"Lebih parah lagi, perubahan itu membawa sentimen negatif kepada PSSI dan PT LIB. Ada yang bilang konspirasi, ada yang bilang proxy Glen Sugita kalah dari proxy Joko Driyono. Sudah menjadi rahasia umum pemegang saham Persija adalah Joko Driyono, sementara Persib adalah Glen. Sentimen negatif itu pun tak bisa dihindari, apalagi saat kontroversi terjadi tanpa bisa dijelaskan secara terbuka," katanya.

Menurutnya, dalam regulasi Liga 1 Pasal 9 ayat 6 tentang jadwal pertandingan menyatakan, perubahan jadwal pertandingan dapat dilakukan LIB selambat-lambatnya 7 hari, sebelum hari pertandingan dengan alasan sebagai berikut: 

Faktor keamanan, untuk menyesuaikan dengan jadwal siaran langsung televisi, jadwal pertandingan yang telah ditetapkan bersamaan dengan berlangsungnya suatu agenda sepakbola internasional, jadwal pertandingan yang telah ditetapkan bersamaan dengan berlangsungnya agenda sepakbola nasional/daerah.

Khusus terhadap kondisi force majeure, PT LIB dapat melakukan perubahan jadwal di setiap saat. Di ayat 7 juga menjelaskan klub tuan rumah dari laga tertentu hanya dapat mengajukan permohonan perubahan jadwal pertandingam atas dasar tidak diperolehnya izin keamanan. 

"Akibat dari perubahan jadwal tersebut, jelas mengganggu banyak klub. Bukan hanya Persib Bandung, tapi juga Madura United yang akan melawan Persib pada 4 Mei dan Perseru Serui yang akan menjamu Persija pada 6 Mei," tegas Akmal.

"Alasan hari buruh dinilai kurang kuat karena baru terjadi tiga hari setelah pertandingan awal. Ini penting agar ke depan siapa pun yang kelak menjadi juara, mereka memang berhak mendapatkannya dan tidak selalu dikaitkan dengan siapa di balik layar". 

"Paling penting, agar setiap keputusan tidak memunculkan banyak persepsi negatif, sehingga sudah waktunya pejabat PSSI dan PT LIB yang rangkap jabatan di klub melepas salah satunya demi sepakbola yang profesional dan bermartabat".

"Jangan sampai sepakbola Indonesia kehilangan kepercayaan dan terjadi pembusukan. Yang juara tidak mendapatkan kebanggaan karena selalu dikaitkan dengan aktor di belakang layar," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:,