Asia Africa Carnival Diikuti 15 Negara Asia, Afrika dan Eropa

Asia Africa Carnival Diikuti 15 Negara Asia, Afrika dan Eropa

Semarak Karnaval KAA di Jalan Asia Afrika Bandung. (foto - ist)

Bandung - Karnaval Konferensi Asia Afrika  (KAA)  jadi salah satu faktor pendorong,  untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung. Sebagai kota kreatif, Bandung dituntut menawarkan suguhan yang baru dan berbeda dari sebelumnya.

"Peringatan Konferensi Asia Afrika bisa menjadi salah satu pendorong meningkatkan wisatawan. Diharapkan, ke depan Bandung terus berpromosi," kata Staf Ahli Multikultural Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty pada pembukaan Karnaval Asia Afrika di Bandung, Sabtu (28/4/2018).

Esthy mengapresiasi gelaran karnaval itu yang tidak hanya melibatkan warga Bandung, tapi juga warga di luar Bandung serta perwakilan dari 15 negara Asia, Afrika dan Eropa. Karnaval KAA ini menjadi salah satu dari tujuh kalender even besar Jabar.

Diharapkan, karnaval KAA mampu menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara dari target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 17 juta orang. Terlebih, adanya Bandara Kertajati dapat menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara ke Jabar.

Karnaval tersebut diikuti sedikitnya 2.867 peserta dari 15 daerah yang ada di Indonesia, serta 15 perwakilan negara dari Asia, Afrika dan Eropa. Antara lain Kanada, Australia, India, Pakistan, Taiwan, Inggris, Madagaskar, Thailand, Vietnam, Uganda dan Korea Selatan.

Mereka menampilkan baju khas daerah maupun negara masing-masing di hadapan warga. Bahkan, mereka mendapat sambutan meriah dari warga ketika menampilkan pakaian maupun seni pertunjukannya. Warga Bandung dan sekitarnya pun memadari jalan protokol di pusat kota itu untuk menyaksikan acara tersebut.

Meski cuaca panas terik dan sempat turun hujan, antusiasme warga tidak surut untuk menyaksikan secara langsung gelaran tahunan itu. Jalan Asia Afrika mulai dari depan Hotel Preanger hingga Jalan Cikapundung Timur dipadati warga. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,