Penyelundupan Narkotika lewat Kantor Pos Bandung Digagalkan

Penyelundupan Narkotika lewat Kantor Pos Bandung Digagalkan

Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jabar Saipullah Nasution ungkap penyelundupan narkotika jenis sabu lewat Kantor Pos Bandung. (foto - ist)

Bandung - Penyelundupan narkotika jenis sabu dan psikotropika ekstasi happy five, berhasil digagalkan petugas Bea dan Cukai Bandung. Penyelundupan barang haram dari Malaysia tersebut, yang dikirimkan melalui paket pos.

Menurut Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jabar Saipullah Nasution, penggagalan penyelundupan itu dilakukan berdasarkan hasil analisa petugas di kantor pos Bandung. Petugas menaruh kecurigaan terhadap hasil xray dua paket dari Malaysia.

"Ditemukan anomali atas dua paket dari Malaysia dengan tujuan berbeda di Kabupaten Karawang," kata Saipullah dalam keterangannya di Jalan Rumah Sakit Bandung, Senin (30/4/2018).

Ia menjelaskan, petugas lalu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dua paket tersebut. Ternyata ditemukan narkotika jenis sabu, dan psikotropika ekstasi, happy five yang berada di dalam kotak biskuit. "Paket pertama isinya 101 gram sabu dan 100 butir ekstasi dan kedua 1.000 happy five. Petugas sudah melakukan uji laboratorium dan hasilnya positif," katanya.

Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Irfan Murmansyah menyatakan, pihaknya mengamankan tiga tersangka hasil pengembangan dari paket berisi narkotika dan psikotropika itu. Pengembangan dilakukan berdasarkan petunjuk alamat tujuan paket.

"Kami terjun di lapangan ternyata kedua alamat paket ke Karawang tersebut fiktif. Kemudian tim melakukan pengembangan hingga mendapat tersangka A. Rumahnya memang tak jauh dari dua alamat fiktif itu. Ia sebagai kurir," katanya.

Setelah menangkap A, polisi lalu menangkap L dan P di wilayah Jakarta. Berdasarkan pengakuan keduanya, L nantinya yang akan mengambil paket dari A dan P, yang berperan untuk menyebarkan di wilayah Jakarta. "Kami masih mencari S sebagai otaknya. S yang menyuruh L ambil paket dari A. Memang rencananya paket itu akan dipasarkan di Jakarta," tegasnya.

Akibat perbuatannya para tersangka dikenakan pasal berlapis Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 dengan hukuman 5 sampai 15 tahun penjara, dan Undang-undang Nomor 5 tahun 1997 dengan maksimum 15 tahun penjara. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,