Kejahatan Satwa Liar Duduki Peringkat Ke-3 di Indonesia

Kejahatan Satwa Liar Duduki Peringkat Ke-3 di Indonesia

Pemusnahan barang rampasan dan serahan masyarakat di Gedung KLHK Jalan Jenderal Gatot Subroto Jakarta Pusat. (foto - Kementerian LHK)

Jakarta - Kasus kejahatan satwa liar menjadi salah satu yang terbesar terjadi di Indonesia. Kasus itu berada di bawah kasus kejahatan narkoba dan perdagangan manusia.

"Di Indonesia kejahatan satwa liar menduduki peringkat ketiga, setelah kejahatan narkoba dan perdagangan manusia. Dengan nilai transaksi hasil penelusuran PPATK diperkirakan lebih 13 triliun per tahun dan nilainya terus meningkat," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam keterangannya, Senin (30/4/2018).

Oleh karena itu, KLHK beserta pihak yang peduli terhadap pelestarian tumbuhan dan satwa liar berkomitmen melakukan 'Pemberantasan Kejahatan terhadap Tumbuhan dan Satwa Liar'. Gerakan itu ditandai dengan pemusnahan barang rampasan dan barang serahan masyarakat, di Gedung KLHK Jalan Jenderal Gatot Subroto Jakarta Pusat.

Barang rampasan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar tersebut mencapai 8 truk. Terdiri atas opsetan (hewan yang diawetkan) satwa liar, lembaran kulit hewan hingga potongan kepala dan kuku.

Untuk penguatan upaya pemberantasan kejahatan tumbuhan dan satwa yang dilindungi, KLHK saat ini sedang memperkuat sistem surveillance dan intelijen berbasiskan Teknologi Informasi.

Antara lain pemantauan perdagangan satwa ilegal secara online melalui Cyber Patrol, membangun sistem pemantauan kerawanan keamanan hutan (Spartan) terpadu dan terintegrasi dengan Center of Intelligence Penegakan Hukum LHK.

"KLHK melakukan upaya pemberantasan kejahatan satwa liar, yang dapat mengancam kelestarian satwa secara terus menerus," kata Siti Nurbaya. (Jr.)**

Klasifikasi barang tersebut sbb:

1. Opsetan satwa sebanyak 117 ekor
2. Kerapas Kura-Kura 213 karung
3. Sisik Trenggiling 248 kg
4. Kulit Reptil 6.168 lembar 
5. Bagian tubuh satwa liar: 
- 366 buah (kepala, tanduk, kuku, bentuk topi)
- 14 lembar kulit (harimau, macan tutul, beruang)
- 66 lbs (potongan tanduk rusa)
- 16 dus (lain-lain)

 

.

Categories:Nasional,
Tags:,